Soal Tanah RS Sumber Waras, Ahok: Mana Bisa Itik Dibandingin Sama Ayam

Soal Tanah RS Sumber Waras, Ahok: Mana Bisa Itik Dibandingin Sama Ayam

Ayunda Windyastuti Savitri - detikNews
Selasa, 07 Jul 2015 16:23 WIB
Soal Tanah RS Sumber Waras, Ahok: Mana Bisa Itik Dibandingin Sama Ayam
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) menyayangkan hasil audit BPK RI yang mengharuskan Pemprov mengembalikan Rp 191,33 miliar. Ini terkait hasil evaluasi BPK terhadap RS Sumber Waras, Jakarta Barat.

"(Tanah yang mau kita beli) 3,8 hektar. Kan dia total 7 hektar lebih, kita mau beli semua dia nggak mau, dia mau bagi setengah. Kalau kita beli setengah nggak dapat jalan dong," ujar Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (7/7/2015).

"Kalau orang mau bangun RS kan mesti menyerahkan jalan kepada DKI. Ngapain kita beli, waktu dia mau bangun sebelah kita tinggal minta jalannya saja kan," sambungnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Ahok, sebaiknya lembaga tinggi negara tersebut mengaudit apakah ada atau tidaknya kesengajaan Pemprov memainkan NJOP tanah. Bukan justru meminta Pemprov untuk membatalkan pembelian tanah dengan pihak RS Sumber Waras.

"Nah harusnya kalau menurut saya BPK kalau mau audit, dia mesti audit apakah ada kesengajaan menaikkan NJOP yang tidak wajar. NJOP sebelahnya gimana, proses naiknya seperti apa. Mana bisa itik dibandingin ayam di belakang. Logikanya gimana?" kata dia.

"Terus bisa nggak NJOP satu sertifikat dibagi dua? Nggak mungkin kan. Terus sekarang pakai appraisel, dia (BPK) bilang oke pakai appraisel. Kita punya dasar NJOP itu selalu umumnya 80 persen dari appraisel," urai Ahok.

Mantan Bupati Belitung Timur itu pun menyatakan bakal mengembalikan uang senilai Rp 191,33 miliar kepada BPK. Meskipun dirinya masih merasa aneh.

"Kalau dianggap temuan ya harus dikembalikan. Kalau dianggap temuan bpk bahwa kita beli lebih mahal ya harus dibalikin dong. Saya mau tanya sama orang BPK kalau gitu pakai duit yang ada beliin aku tanah deh di belakang. Kamu beliin buat saya bisa nggak? Kan nggak bisa," kata dia.

"Jadi di mana mahalnya? Di mana kelebihan bayarnya? Kalau saya balikin kan perkara selesai. Tapi kalau saya mau beli pakai appraisel yang harganya lebih mahal boleh? Apa nggak guobloknya minta ampun kita?" pungkasnya.

(aws/faj)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads