Para anak lelaki Jerman, tergila-gila akan sepakbola. Tapi tidak hanya itu, mereka justru semakin giat melatih kemampuan sepakbolanya. Menendang si bola bundar, bukan hanya sekedar hobby bagi mereka. Siapa sangka, satu di antara para anak lelaki itu, ternyata seorang muslim, yang sedang menghafalkan Alquran.
(Hendra-Wahyu-Trans7) |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(Foto: Hendra-Wahyu-Trans7) |
Meski baru menghafal 20 surat ayat pendek, Ostman punya prestasi gemilang dalam bidang membaca Alquran. Pada usia 9 tahun, Ostman menang membaca Alquran se-Eropa. Prestasi inilah yang memacu Ostman terus menghafal Alquran dengan melodi yang indah.
Sementara dari benua Australia, ada Gabbrielle, atau Gabby. Anak Bungsu dari dua bersaudara, Gabby merupakan keturunan Indonesia. Sang Ayah berasal dari Australia, sementara ibunya berasal dari Kutai, Kalimantan.
(Hendra-Wahyu-Trans7) |
Menggunakan hijab di sekolah dan lingkungan tempat tinggalnya, bukanlah hal yang mudah bagi Gabby. Namun ia tetap semangat meneruskan kehidupan sebagai muslim yang kaffah. Lengkap dengan niatnya menjadi seorang hafizah dibawah bimbingan ustad Ahmed.
(Foto: Hendra - Wahyu - Trans7) |
Kini setelah menghafal Quran dan mengerti maknanya, Gabby semakin mencintai kota Brisbane tempat tinggalnya.
Saksikan kisah lengkap Ostman dan Gabby dalam program "Hafizh Dunia" pada Rabu, 8 Juli 2015 pukul 00.30 WIB hanya di TRANS7
Halaman 2 dari 1












































(Hendra-Wahyu-Trans7)
(Foto: Hendra-Wahyu-Trans7)
(Hendra-Wahyu-Trans7)
(Foto: Hendra - Wahyu - Trans7)