"Kita akan mulai e-voting untuk Pilpres dan Pemilu Legislatif tahun 2019. Ini tanggung jawab kami karena kemendagri adalah poros pemerintah mulai Presiden sampai RT/RW," kata Tjahjo dalam sambutan penandatanganan kerjasama dengan perbankan di Kemendagri, Jl Medan Merdeka Utara, Jakpus, Selasa (7/7/2015).
Tjahjo memaparkan penerapan e-voting untuk Pilpres dan Pileg yang akan digelar serentak tahun 2019 itu merujuk pada target Kemendagri bahwa tahun 2018 seluruh warga negara Indonesia sudah memiliki e-KTP. "Sudah 172 juta secara nasional yang sudah terekam (e-KTP)," ujarnya.
Perekaman dan percetakan e-KTP itu akan terus dikebut oleh pemerintah daerah sehingga mencapai target dimaksud. e-KTP itulah yang akan jadi dasar KPU untuk menggelar e-voting, sebagai dasar Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4).
"Ini kita follow up dengan daerah tingkat II seluruh kabupaten/kota harus jemput bola (rekam e-KTP di pelosok -red), dengan mobil, sepeda, motor atau jalan. Seluruh Pemda harus jemput bola, supaya WNI dapat e-KTP," ucap mantan anggota DPR itu. (miq/aan)











































