Ketua DPR Prihatin Atas Musibah Hercules C-130 Sampai Kematian Engeline

Ketua DPR Prihatin Atas Musibah Hercules C-130 Sampai Kematian Engeline

Hardani Triyoga - detikNews
Selasa, 07 Jul 2015 13:21 WIB
Ketua DPR Prihatin Atas Musibah Hercules C-130 Sampai Kematian Engeline
Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Dewan Perwakilan Rakyat hari ini menggelar paripurna penutupan masa sidang IV tahun 2014-2015. Salah satu agenda paripurna adalah pidato Ketua DPR Setya Novanto.

Dalam pidatonya, Novanto mengatakan pimpinan DPR mengucapkan prihatin atas kejadian kecelakaan di Tanah Air yang terjadi belakangan ini. Salah satu musibah kecelakaan yang disebutnya adalah kecelakaan Hercules TNI Angkatan Udara C-130 di Medan, sepekan lalu.

"Turut berduka cita atas jatuhnya pesawat Hercules TNI AU C-130 di Medan yang menelan korban jiwa prajurit TNI dan masyarakat sipil. Kita doakan agar keluarga korban yang ditinggalkan diberi kekuatan dan kesabaran menerima cobaan dari Tuhan Yang Maha Esa," kata Novanto di ruang paripurna, Nusantara II, Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (7/7/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia berharap agar kejadian ini tak terulang, DPR mendukung penuh langkah-langkah merevitalisasi dan modernisasi alat utama sistem persenjataan (Alutsista) TNI.

"Untuk mencegah agar peristiwa ini tak terulang kembali, yang antara lain disebabkan masih digunakannya pesawat-pesawat TNI berusia tua. DPR dukung penuh langkah pemerintah untuk modernisasi alutsista TNI," ujarnya.

Novanto juga menyoroti bencana erupsi Gunung Sinabung, Sumatera Utara. Mewakili DPR, dia meminta agar penanganan bencana ini dipimpin pemerintah pusat. Maka, diperlukan keputusan presiden tentang Tim Koordinasi Penanganan Bencana Sinabung.

"Tim ini kami usulkan untuk dipimpin seorang menteri koordinator. Sementara pada tataran teknis operasional dapat dikoordinasi oleh Gubernur dan didampingi oleh Bupati serta pejabat daerah setempat," sebutnya.

Tak ketinggalan, Novanto juga menyinggung masalah perlindungan anak karena persoalan ini dinilai belum maksimal. Salah satunya kasus tewasnya Engeline yang terjadi di Bali.

"Mengimbau kepada seluruh elemen bangsa, khususnya orangtua, lembaga pendidikan, lembaga keagamaan, lembaga sosial kemasyarakatan, dan aparatur penegak hukum, serta masyarakat umum," sebutnya.

(hty/erd)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads