ADVERTISEMENT

YLKI Temukan Pembalut dan Pantyliner Mengandung Klorin

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Selasa, 07 Jul 2015 12:22 WIB
Foto: (Edo/detikcom)
Jakarta - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menemukan pembalut yang mengandung zat kimia klorin yang digunakan sebagai pemutih. Selain di pembalut, klorin juga ditemukan di beberapa merek pantyliner yang dijual di minimarket di Indonesia.

Menurut pengurus harian YLKI Ilyani S Andang, pengujian dilakukan berdasarkan laporan masyarakat tentang pembalut yang mengandung klorin. Penelitian dilakukan berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan RI nomor 472/Menkes/PER/V/1696 tentang pengamanan bahan berbahaya bagi kesehatan

"Klorin ini bisa menjadi faktor terjadinya iritasi. Untuk itu kita melakukan pengujian kepada beberapa sampel pembalut dan pantyliner," terang Ilyani dalam konferensi pers di kantornya, Jl Duren Tiga, Jakarta Selatan, Selasa (7/7/2015).

Ilyani mengatakan, setelah mendapat laporan, pihaknya langsung melakukan pengujian pembalut dan pantyliner di minimarket di Jakarta. Pengujian sendiri dilakukan Januari-Maret 2015 dengan menggunakan metode spektrofotometri.

"Dari hasil pengujian di YLKI ada 9 merek pembalut dan 7 pantyliner semua menggunakan klorin. Dari hasil uji pembalut tersebut mengandung klorin dari 5-55 ppm. Kami juga menganalisa model produk pembalut dan pantyliner hampir sebagian besar 55 persen produk tidak mencantumkan komposisi dan 57 persen tidak mencantumkan kedaluwarsa. Dan dari hasil pengujian pembalut dari kertas lebih tinggi dibandingkan pembalut yang dari kapas," tutup Ilyani.

"Rekomendasi dari YLKI pemerintah harus segera membuat Standar Nasional Indonesia (SNI) terkait kadar klorin pada pembalut. Jika merujuk ke FDA (Food and Drugs Administration AS) maka pembalut harus bebas klorin. Pelaku usaha harus melihat keamanan produk yang dijual. Konsumen diharapkan lebih hati-hati karena menyangkut keamanan organ reproduksi," beber Ilyani.

YLKI sangat concern dalam hal ini karena pembalut/pantyliner yang mengandung klorin dalam dalam jangka pendek bisa menyebabkan iritasi dan gatal-gatal di daerah sensitif perempuan. Jangka panjangnya dikhawatirkan bisa menimbulkan kanker.

"Karena klorin memiliki unsur karsinogenik. Permasalahan ini adalah produk yang digunakan di daerah sensitif perempuan," ujar Ilyani.

Peneliti YLKI Arum Dinta mengungkapkan dari 9 sampel pembalut, kandungan klorin tertinggi sebanyak 54,79 persen sedangkan pantyliner tertinggi  14,68 persen. Sedangkan kandungan terendah di pembalut 6,5 ppm dan pantyliner 5,87 ppm. (spt/nrl)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT