Wakil Sekjen MUI Amirsyah Tambunan mengingatkan masyarakt untuk mencari barokah daripada sahut itu sendiri. Barokah sahur dapat diambil dengan melaksanakannya dengan 3 cara.
"Yang pertama niatannya harus tulus dan ikhlas, kemudian dengan cara sesuai etika moral dan ahlak dan ketiga tingkah laku yang ditampilkan. Jadi sahur barokah itu tidak terlepas dari 3 cara itu," ungkap Amirsyah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau diiringi hura-hura, apalagi minum minuman keras itu sudah kapan dia dapat barokahnya," ucapnya.
Ia mengimbau kepada para orang tua agar menanamkan nilai-nilai sahur ini kepada anak-anaknya. Berkumpul bersama dengan keluarga saat makan sahur jauh lebih bermanfaat daripada sahur di jalanan yang kemudian disalah gunakan.
"Jadi kita imbau kepada orangtua supaya jadikan rumah itu sebagai madrasah, menjadikan sahur sebagai bentuk edukasi yang sangat baik, menyadarkan warga untuk kumpul bersama-sama. Karena kumpul bersama-sama itu, ayah, ibu dan anak itu bisa melahirkan komunikasi bersama," imbuhnya.
Jangan sampai sahur ini ternodai dengan hal-hal negatif. "Kalau caranya dilakukan tidak sesuai etika dan akhlak, perilaku juga tidak sesuai etika dan akhlak dimana barokahnya itu," tambahnya lagi.
Sementara itu, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Tito Karnavian juga menyatakan hal yang sama.
"Ini bagian dari kita untuk mendidik masyarakat agar mereka tidak menyimpang dan memaknai sahur itu tadi. Tolong kembali ke trek semula," tutur Irjen Tito.
Bagaimana SOTR di daerah Anda, apakah juga telah mengganggu keamanan dan ketertiban seperti yang dikeluhkan banyak orang? Silakan berbagi ke redaksi@detik.com dengan mencantumkan nomor telepon Anda. (mei/faj)










































