Menanggapi fenomena tersebut, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Tito Karnavian memerintahkan jajarannya untuk melakukan razia terhadap kumpulan SOTR.
"Oleh karena itu saya perintahkan Kapolres-Kapolres untuk melakukan patroli skala besar, kalau ada iring-iringan keluar menyimpang dari esensi Sahur on The Road, lebih banyak arak-arakannya apalagi mabuk-mabukan, disetop, periksa," jelas Irjen Tito.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari hasil analisa pihak kepolisian, kecenderungan SOTR disalahgunakan oleh para pelaku. Mantan Kapolda Papua itu juga menilai, SOTR saat ini lebih banyak mudaratnya daripada manfaatnya.
"Yang tadinyaa niatnya baik, mungkin untuk membangunkan masyarakat untuk bersahur, untuk berikan bantuan makanan ke masyarakat yang kurang mampu, tapi kenyataannya banyak disalah gunakan," imbuhnya.
Polisi juga banyak menemukan arak-arakan anak muda yang seolah-olah melakukan Sahur on The Road. Pada kenyataannya, peserta 'SOTR' ini melanggar aturan lalu lintas hingga menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.
"Beberapa kasus temuan, yang terjadi adalah arak-arakan anak muda, masalah paling sepele masalah lalin tidak gunakan helm, buka kap mobil atau pintu belakang dan duduk di belakang, kemudian iring-iringan sambil bunyikan klakson, ada yang naik ke atas kap mobil. Itu sangat berbahaya sekali karena bisa terjadi kecelakaan lalu lintas," bebernya.
Yang lebih ekstrem, beberapa peserta SOTR justru melakukan tawuran seperti yang terjadi di Mampang, Jakarta Selatan, tiga hari yang lalu. Bahkan beberapa di antaranya ditemukan dalam kondisi mabuk-mabukan.
"Diamankan polisi, digeledah ada yang bawa sajam, dan bahkan ada beberapa yang mabuk, bawa miras dan bawa sajam. Kita melihat esensi SOTR ini banyak disalahguanakan dan tampaknya banyak mudaratnya," imbuhnya.
Mengantisipasi hal ini terulang, Kapolda menegaskan kepada jajarannya untuk memberikan tindakan tegas terhadap gerombolan-gerombolan di jalanan jelang sahur. Mereka akan ditindak sesuai dengan aturannya yang dilanggar.
"Kita berikan tindakan hukum, yang langgar lalin kita tilang, yang gak bawa surat kendaraannya kita tahan kendaraannya, yang mabuk kita terapkan undang-undang. Yang tawuran juga kita tangkap juga," tambahnya.
Pihak kepolisian tidak melarang kegiatan SOTR jika memang dilaksanakan sesuai niatan baiknya. Ia juga mengimbau agar para orang tua mengawasi ana-anaknya.m
"Saya meminta kepada teman-teman yang akan lakukan SoTR kembali ke niat baik. Kedua, orangtua agar betul-betul mengawasi anak-anaknya masing-masing dan mendukung, mendorong sebaiknya sahur dilakukan dengan tata cara yang islamis di bulan puasa ini," tutupnya.
(mei/faj)










































