"Tahun lalu ada 284 orang pengemis yang terkena penjangkauan. Sekarang memasuki minggu ke dua hanya 41 pengemis.
Dalam satu bulan selama Ramadan, kemungkinan meningkat dua kali lipat jadi 82 orang. Jika diasumsikan seperti itu maka terjadi penurunan sekitar 71 persen antara tahun lalu dengan tahun sekarang," kata Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta Chaidir dalam rilisnya, Selasa (7/7/2015).
Penurunan ini disebabkan berbagai langkah yang diambil Dinas Sosial DKI Jakarta seperti sosialisasi kepada masyarakat mengenai pelarangan memberi dan menerima di jalan. "Kami juga melakukan penjangkauan dan monitoring dengan intensitas yang cukup tinggi. Lebih giat dan lebih optimal. Kami lakukan penjangkauan siang dan malam ke daerah titik rawan pengemis," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Manusia gerobak, katanya, sebenarnya merupakan pemulung yang beralih profesi menjadi pengemis. Mereka keluar dari komunitas untuk meminta-minta kepada masyarakat. Karena itu kami melakukan penjangkauan, kalau mendapati mereka mengemis. Apalagi dengan mengeksploitasi anak dan istrinya untuk mendapat belas kasih masyarakat," katanya. (nal/try)










































