Kapolda Metro Sarankan AP II Audit Vendor-vendor

Kebakaran Bandara Cengkareng

Kapolda Metro Sarankan AP II Audit Vendor-vendor

Mei Amelia R - detikNews
Senin, 06 Jul 2015 21:33 WIB
Kapolda Metro Sarankan AP II Audit Vendor-vendor
Jakarta - Polda Metro Jaya mendukung PT Angkasa Pura II untuk bergerak cepat dalam menginvestigasi peristiwa kebakaran di Bandara Soekarno-Hatta, kemarin. Untuk mempercepat langkah tersebut, perlu dilakukan audit terhadap vendor-vendor yang ada.

"Saya mengajak dan mendukung kiranya PT AP II jadi pelajaran pahit dan perlu langkah cepat yang dapat dirasakan masyarakat bahwa ini ada satu respon dari peristiwa ini (kebakaran), misalnya auditing ke vendor-vendor, ke PLN juga dilakukan audit secara cepat," jelas Kapolda Metro Jaya Irjen Tito Karnavian kepada wartawan di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Senin (6/7/2015).

"(Kebakaran di Bandara Soekarno-Hatta) memang pengalaman pahit, tapi jadi momentum untuk memperbaiki, audit semua vendor yang kurang bagus, termasuk taksi gelap," tambahnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tidak hanya itu, menurut jenderal bintang dua ini, perlu juga dibentuk tim kecil untuk membentuk crisis management dengan SOP yang jelas.

"Agar ada sistem penanganan lebih terpadu, perlu adanya SOP untuk crisis managament, mungkin perlu dibuat organisasi, mungkin kepalanya dari ototritas bandara, dibantu polisi, dibentuk tim-tim misalnya tim penindakan atau tim reaksi cepat atau tim pemulihan pasca insiden," terangnya.

Peristiwa kebakaran di Bandara Soekarno-Hatta memang tidak memakan korban jiwa, tetapi efeknya seperti bola salju yang menimbulkan kekacauan dalam jadwal penerbangan tidak hanya di Bandara Soekarno-Hatta sendiri, tetapi di bandara-bandara lainnya.

"Peristiwa kemarin saya kira disamping buat sibuk masyarakat dari AP II dan otoritas bandara lain, termasuk kepolisian bandara juga disibukan. Pak patoppoi harus menenagkan masyarakat, kemudian kemacetan yang harus diurai," imbuhnya.

Sementara itu, Presiden Direktur PT AP II Budi Karya Sumadi mengatakan, pihaknya sudah memiliki prosedur dalam penanganan kebakaran. Pihaknya juga menyambut baik saran Irjen Tito untuk membentuk manajemen krisiis.

"Kami sudah berdiskusi 2 minggu, ada kejadian ini dan Pak Kapolda memiliki ide bagus untuk membentuk manajemen krisis. Dan ini, bisa menjadi model bagi kami dan tempat-tempat staategis lain supaya kita tidak lalai dalam suatu kegiatan yang begitu cepat dan tidak terduga," jelas Budi.

Terkait masalah audit, Budi juga menyatakan pihaknya akan membahas lebih lanjut. Soal itu.

"Ini berkaitan dengan audit. Audit, itu bagaimana kita menemukan suatu bentuk yang paling objektif. Sehingga, apapun audit itu harus kita terima. Dan bagi Angkasa Pura, audit yang akan dilakukan siapa pun nanti, apakah YLKI atau polri akan menjadi masukan bagi kami membentuk suatu konsep dalam rangka membangun Bandara Soekarno-Hatta yang ultimate," terangnya.

(mei/jor)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads