"Anda dapat bertanya kepada saudara Muslim di Indonesia yang telah bepergian ke China. Kesimpulan mereka berbeda dari sejumlah kabar yang dirajut oleh media Barat," kata Xie di Kantor PBNU, Jl Kramat Raya, Jakarta Pusat, Senin (6/5/2015).
Xie berbicara usai bertemu Ketua Umum Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj. Pihak Kedubes RRT menyerahkan bantuan kepada anak yatim dan santri NU senilai Rp 100 juta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pak Said berkata bahwa dia telah mengunjungi China (Tiongkok -red) beberapa kali, termasuk ke tempat-tempat ibadah. Beliau merasa Muslim China (Tiongkok -red) menikmati kebebasan beragama," kata Xie.
Suasana damai penting. Ini bisa menumbuhkan rasa saling menghormati satu sama lain dalam persaudaraan.
Dia menyatakan, Tiongkok punya penganut Islam lebih dari 20 juta jiwa. Pemerintah Tiongkok menghargai dan melindungi mereka menurut Perundang-undangan. Di Xinjiang, yang didiami etnis Uyghur, kini terdapat 23 ribu masjid dan hampir 30 ribu pekerja agama.
"Sama seperti kaum Muslim Indonesia, kaum Muslim Tiongkok juga sedang menjalankan ibadah Ramadan dalam suasana tenang, damai, dan melakukan pelayanan dan pembaktian kepada masyarakat," tutur Xie dalam sambutan di hadapan Said pada acara jelang buka puasa tadi.
(dnu/jor)











































