2 Tahun Jadi Panglima TNI, Ini Pencapaian Jenderal Moeldoko

2 Tahun Jadi Panglima TNI, Ini Pencapaian Jenderal Moeldoko

Elza Astari Retaduari - detikNews
Senin, 06 Jul 2015 19:25 WIB
2 Tahun Jadi Panglima TNI, Ini Pencapaian Jenderal Moeldoko
foto: Lamhot/detikcom
Jakarta - Jenderal Moeldoko menyampaikan hasil-hasil kinerja kerjanya selama 2 tahun menjabat sebagai Panglima TNI di hadapan Komisi I DPR RI. Berbagai pencapaian ia sampaikan dari berbagai aspek.

"Panglima TNI melakukan inovasi, juga melakukan pembinaan dari waktu ke waktu untuk menjaga NKRI," ujar Moeldoko dalam presentasi yang digelar di Aula Gatot Subroto Mabes TNI Cilangkap, Jaktim, Senin (6/7/2015).

Mengenai isu strategis, Moeldoko memastikan dalam kepemimpinannya telah terwujud peningkatan disiplin prajurit, peningkatan profesionalisme dan kesejahteraan, penegakan hukum dan HAM, terjaganya netralitas TNI. Selain itu melanjutkan program MEF di mana pada renstra pertama tahun 2010-2015 baru tercapai 34%, di renstra kedua 2015-2019 sudah mencapai 68%.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Untuk pembinaan kemampuan ada program latihan seperti PPRC (Poso) terdiri dari berbagai kesatuan. Pembentukan Koopsusgab TNI terdiri dari inti kekuatan TNI, juga performance TNI yang diperlihatkan saat HUT ke-69 TNI 5 Oktober 2014," jelas jenderal bintang 4 itu.

Untuk pembinaan kemampuan, Moeldoko memaparkan telah meningkatkan intelijen dengan membentuk sekolah intelejen, penguatan kodiklat TNI, sekolah penerbang terpadu (terpusat di TNI AU), dan Integrasi Taruna TNI-Polri (TA 2015). Sekolah penerbang terpadu dibuat agar semua penerbang dari semua angkatan harus menempuh pendidikan di TNI AU.

"(Soal integrasi Taruna TNI-Polri) dulu kami dengan angkatan pak Sutarman (mantan Kapolri) sampai angkatan '80 masih jadi satu sehinga masih mudah koordinasi di lapangan. Tahun ini sudah bisa dilakukan di Magelang," katanya.

Di era kepemimpinannya, Moeldoko juga membentuk Pusjaspermildas, penguatan struktur Bais TNI dengan satuan cyber, pembentukan Pom TNI. kemudian penambahan komando sektor pada operasi pengamanan perbatasan wilayah darat.

Moeldoko pun juga menyebut, selama menjadi panglima TNI, ia melakukan keterbukaan dengan berbagai instansi. Seperti melakukan berbagai kerjasama, menjadi mediator, termasuk doktrin baru dalam berkomunikasi di mana informasti tidak boleh lagi dikendalikan. Dengan masyarakat, Moeldoko memerintahkan agar komunikasi terjalin 2 arah.

Soal renstra (rencana strategis), panglima memaparkan mengenai pengembangan untuk 2015-2019 yakni untuk alutsista, kesejahteraan prajurit dan PNS TNI, serta pemeliharan dan perbaikan materiil TNI. Pada kesempatan itu, Moeldoko pun membanggakan mengenai persepsi positif TNI dari berbagai instansi.

Mulai dari survei LSI yang menyebut TNI sebagai institusi yang paling dipercayai hingga apresiasi Komnas HAM. Meski begitu, kata Moeldoko, TNI tak boleh berpuas diri.

"Komnas HAM datang ke Mabes TNI, intinya memberikan apresiasi kepada TNI karena TNI telah bisa menjalankan dan menghormati Ham dgn baik. Terbukti dari hasil yang drastis. Tetap harus mengedepankan hanya dengan bersama rakyat TNI kuat," tutur jenderal bintang 4 itu.

"Berbagai kekurangan dan kelemahan masih dihadapi. Saya yakin apa yang jadi kekurangan kami akan dilanjutkan panglima TNI yang baru didukung oleh semua prajurit TNI," sambungnya.

Sementara itu menurut Komisi I DPR yang dipimpin oleh Mahfudz Siddiq menyatakan pencapaian yang dilakukan Moeldoko sudah sesuai dengan apa yang disampaikannya ketika fit and proper test 2 tahun lalu. Menurut Mahfudz, DPR masih mendokumentasikan pemaparan program-program yang ingin dicapai Moeldoko sebelum resmi menjadi panglima TNI.

"Kalau kta lihat sekilas, apa yang beliau pernah sampaikan pada saat uji kelayakan dan kepatutan secara sangat utuh beliau transformasikan ke kinerja melalui program-program beliau. Semua ini bermuara pada satu prinsip, yakni bersama rakyat, TNI kuat," tukas Mahfudz usai mendengar presentasi Moeldoko. (ear/dra)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads