Suami Dipenjara Karena Memperkosa Istri, MA: Itu Putusan Langka

Rivki - detikNews
Senin, 06 Jul 2015 18:03 WIB
Hakim agung Suhadi
Jakarta - Mahkamah Agung (MA) angkat bicara soal putusan Tohari (57) yang divonis selama 5 bulan penjara karena memperkosa istrinya Siti Fatimah (57). Menurut Jubir MA, hakim agung Suhadi, putusan itu tergolong langka.

"Saya sendiri baru dengar, kok itu putusannya langka ya?" ucap Suhadi, saat dikonfirmasi, Senin, (6/7/2015).

Suhadi sendiri mengaku belum membaca putusan itu dengan lengkap. Tetapi dia mengaku tertarik dengan adanya putusan tersebut.
"Itu unik ya, kok ada suami perkosa istri?" ujarnya.

Indonesia telah mengantongi 2 putusan pengadilan yang memutus bersalah suami yang memperkosa istrinya. Pertama, Hari memaksa istrinya berhubungan badan di sebuah hutan di Pasuruan, Jawa Timur. Kedua, Tohari yang dihukum oleh PN Denpasar karena memperkosa istrinya yang sedang sakit-sakitan. Beberapa pekan setelah itu, Siti meninggal dunia. 

Mereka dijerat Pasal 8 huruf a dan Pasal 46 UU Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga. Pasal 8 huruf a berbunyi:

Kekerasan seksual sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 huruf c meliputi pemaksaan hubungan seksual yang dilakukan terhadap orang yang menetap dalam lingkup rumah tangga tersebut.

Adapun Pasal 46 berbunyi:

Setiap orang yang melakukan perbuatan kekerasan seksual sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 huruf a dipidana dengan pidana penjara paling lama 12 tahun atau denda paling banyak Rp 36 juta.

Kedua putusan di atas telah berkekuatan hukum tetap. (rvk/asp)