"Yang pertama, kita harus memperbaiki cara berpikir kita yang tadinya bagian penguasa di orde baru, di zaman reformasi yang terbuka ini kita harus kembali ke mental pelingung, pengayom dan pelayan masyarakat," jelas Irjen Tito di Mapolres Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Jumat (6/7/2015).
Mental tersebut, kata Tito, dapat diimplementasikan dengan mengurangi praktik-praktik pelanggaran dalam menjalankan tugas-tugas kepolisian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan mewujudkan 2 hal tersebut, mantan Kapolda Papua ini berharap dapat memperbaiki citra Polri yang terus menurun.
"Citra Polri ini terus menurun. Banyak survei yang menunjukkan bahwa citra Polri menurun. Kita tidak usah malu dengan hal itu karena itu faktanya. Tetapi sebaliknya, kita harus memperbaiki bagaimana agar citra Polri ini membaik," tuturnya.
Ada banyak faktor yang mengakibatkan citra Polri kian merosot di antaranya adalah pelayanan polisi yang kurang baik.
"Masyarakat lapor, polisi pilih-pilih. Kemudian yang ada uang duluan, yang kira-kira gak ada uang kelihatannya masyarakat bawah, kita sepelekan," tutupnya.
(mei/aan)










































