"Tentunya Kejaksaan Agung menaruh harapan besar kepada kelima jaksa yang telah lolos pada tahap awal dalam seleksi calon pimpinan KPK," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Tony T Spontana di kantornya, Jalan Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan, Senin (6/7/2015).
Harapan pihak kejaksaan tentu bukan tanpa alasan. Apabila perwakilannya masuk menjadi pimpinan KPK, Kejagung tentunya ingin koordinasi antar penegak hukum akan lebih baik lagi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada Sabtu (4/7) lalu, pansel capim KPK telah mengumumkan ada 194 nama yang lolos tahap administrasi seleksi calon pimpinan KPK dari berbagai latar belakang. Lima nama jaksa aktif yang didorong Jaksa Agung HM Prasetyo ikut terjaring dalam seleksi awal tersebut.
Kelima jaksa pilihan yang lolos tahap awal yaitu Paulus Djoko Subagyo yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Badan Diklat Kejaksaan, Jasman Pandjaitan yang menjabat Sekretaris Jaksa Agung Muda Pengawasan merangkap Pelaksana Tugas Jaksa Agung Muda Pengawasan, Sri Haryati yang saat ini sebagai Direktur Perdata pada Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara, Suhardi yang saat ini menjabat Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan dan M Rum yang kini menjabat sebagai Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Papua.
Sebelumnya juga, juru bicara pansel capim KPK Betti Alisjahbana mengajak publik untuk memberikan tanggapan melalui capimkpk.setneg.go.id. Pemberian tanggapan itu akan ditunggu pansel sampai sebulan ke depan.
"Dengan telah diumumkannya nama-nama yang lolos seleksi administrasi, maka kami mengundang masyarakat untuk memberikan tanggapan, yang kami tunggu selama satu bulan sampai tanggal 3 Agustus 2015," ujar Betti.
Setelah itu, capim KPK yang lulus tahap seleksi administrasi akan mengikuti tes objektif dan pembuatan makalah. Seleksi itu akan dilakukan pada tanggal 8 Juli 2015. (dha/aan)











































