Salah seorang warga, Meta (45) mengungkapkan keluhannya atas minimnya kursi tunggu. Stasiun Palmerah ini memang tidak banyak kursi tunggu yang tersedia. Sehingga para calon penumpang banyak yang harus berdiri atau duduk di lantai.
"Ini pelayanan publik masa nggak ada kursinya. Di Stasiun Karet juga, ada kursi tapi di tempat panas," ujar Meta di Stasiun Palmerah, Jl Palmerah, Jakarta Pusat, Senin (6/7/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada Bulan Mei lalu Jonan telah mengecek kondisi stasiun ini dan meminta agar gate diubah. Akan tetapi ternyata hal itu sudah tidak memungkinan dilakukan
"Elektronik gatenya memang tidak bisa 2 sisi. Kalau dirasa kurang harus ada rekayasa," katanya.
Pembenahan selanjutnya untuk Stasiun Palmerah adalah pembersihan lokasi sekitar stasiun, seperti warung-warung dan perluasan area parkir. Dalam persemian kali ini, Jonan juga mengundang Dirjen Perkeretaapian sebelumnya, Tunjung Inderawan. Sebab menurutnya, ide revitalisasi Stasiun Palmerah ini berasal dari Tunjung.
Setelah selesai melakukan peninjauan, Jonan kemudian meninggalkan kawasan Stasiun Palmerah melalui eskalator sebelah barat. Tepat setelah ia turun, eskalator berhenti berfungsi. Para staf Kemenhub yang berdiri di belakangnya sempat kaget dan melanjutkan berjalan kaki.
(khf/faj)











































