Seperti yang dilaporkan Kapolresta Pontianak Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat ke Kapolda Kalbar Brigjen Arief Sulistyanto.
Peristiwa ini terjadi pada Sabtu (4/7) malam. Dua saksi menemukan jenazah perempuan di Jl Ampera, Pontianak. Sebelumnya dua saksi itu tengah nongkrong di warung kopi tak jauh dari lokasi dan mendengar teriakan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Kondisi korban pada saat ditemukan di TKP dalam posisi terterlungkup di dalam parit, kondisi tubuh ada luka jerat di leher, menggunakan pakaian utuh,” terang Kapolda Kalbar Brigjen Arief.
Polisi bergerak cepat, tak sampai 24 jam pelaku sudah ditemukan. Polisi melacak sosok Asni dan kembali memeriksa dua saksi lain.
“Korban terakhir pergi bersama seorang pria bernama Tomi,” imbuh Arief.
Tomi ini dikenalkan ke korban Asni yang masih berusia 19 tahun oleh kerabatnya. Tujuannya mencarikan pria yang berminat.
Malaj itu, Asni datang ke rumah Tomi dan pergi dengan motor. Namun karena memang ingin menguasai motor korban yang baru dikenal seminggu, Tomi nekat melakukan pembunuhan.
“Hasil otopsi ahli menyatakan bahwa korban meninggal akibat cekikan di leher korban yang mengakibatkan korban kekurangan oksigen dan meninggal dunia, terdapat patah tulang pada tenggorokan korban, tidak ditemukan luka lain di tubuh korban. Tidak ada tanda-tanda telah terjadi persetubuhan,” urai Arief.
“Berdasarkan hasil keterangan saksi, ahli dan barang bukti disimpulkan bahwa pelaku pembunuhan adalah Tomi. Kemudian ditangkapan pada Minggu siang pukul 11.00 WIB,” tegas Arief.
Hasil pemeriksaan kepada tersangka, alasan pembunuhan adalah karena tersangka ingin memiliki sepeda motor korban dan akan dijual untuk diambil uangnya. (nal/dra)










































