Saat berbincang dengan detikcom, Minggu (5/7/2015) di kediamannya di Jakarta Timur, pria yang biasa dipanggil Bambang Hercules itu menceritakan penderitaannya setelah kejadian tersebut. Walau selamat, dia harus hidup dengan tubuh penuh luka, bahkan ada yang cacat permanen.
Meski begitu, kondisi kejiwaan Bambang tak sedikit pun terganggu. Mentalnya sebagai tentara sudah ditempa sejak awal untuk siap menghadapi segala kondisi. Termasuk kondisinya kala itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama 9 bulan menjalani perawatan di rumah sakit, Bambang sempat dikhawatirkan bunuh diri oleh tim dokter. Dia dijauhkan dari garpu dan gelas. Pengawasannya pun lebih ketat. Tapi hal yang dikhawatirkan itu tak pernah terjadi.
"Saya tidak pernah putus asa meski saya cacat saya bersyukur bisa diberi kesempatan hidup. Selanjutnya saya mendapat support dari rekan dan keluarga ditambah semangat hidup tinggi sehingga saya bisa melewati hal ini," ceritanya.
Meski kuat mental, ayah tiga anak ini kerap teringat peristiwa memilukan tersebut. Namun dia tidak sampai trauma menaiki pesawat. "Siap berani. Tidak masalah," imbuhnya.
(mad/mad)










































