Perjuangan Bambang Hercules Melawan Trauma dan Kekhawatiran Bunuh Diri

Kisah Bambang Hercules

Perjuangan Bambang Hercules Melawan Trauma dan Kekhawatiran Bunuh Diri

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Senin, 06 Jul 2015 14:17 WIB
Perjuangan Bambang Hercules Melawan Trauma dan Kekhawatiran Bunuh Diri
Jakarta - Luka bakar 70 persen akibat kecelakaan Hercules di Condet tahun 1991 membuat fisik Pelda Bambang Subandi (49) tak lagi sempurna. Namun tak sedikit pun dia minder dibuatnya. Apalagi sampai berpikir untuk putus asa.

Saat berbincang dengan detikcom, Minggu (5/7/2015) di kediamannya di Jakarta Timur, pria yang biasa dipanggil Bambang Hercules itu menceritakan penderitaannya setelah kejadian tersebut. Walau selamat, dia harus hidup dengan tubuh penuh luka, bahkan ada yang cacat permanen.

Meski begitu, kondisi kejiwaan Bambang tak sedikit pun terganggu. Mentalnya sebagai tentara sudah ditempa sejak awal untuk siap menghadapi segala kondisi. Termasuk kondisinya kala itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya sudah siap cacat waktu itu. Saya sudah siap menanggung semuanya siap mental. Saya tentara saya memiliki komitmen atas risiko seperti itu. Saya tidak pernah terbersit pemikiran minder," terang Bambang.

Selama 9 bulan menjalani perawatan di rumah sakit, Bambang sempat dikhawatirkan bunuh diri oleh tim dokter. Dia dijauhkan dari garpu dan gelas. Pengawasannya pun lebih ketat. Tapi hal yang dikhawatirkan itu tak pernah terjadi.

"Saya tidak pernah putus asa meski saya cacat saya bersyukur bisa diberi kesempatan hidup. Selanjutnya saya mendapat support dari rekan dan keluarga ditambah semangat hidup tinggi sehingga saya bisa melewati hal ini," ceritanya.

Meski kuat mental, ayah tiga anak ini kerap teringat peristiwa memilukan tersebut. Namun dia tidak sampai trauma menaiki pesawat. "Siap berani. Tidak masalah," imbuhnya.

(mad/mad)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini