Ramai Copet Jelang Lebaran, Waspadai Modus-modusnya

Ramai Copet Jelang Lebaran, Waspadai Modus-modusnya

Mei Amelia R - detikNews
Senin, 06 Jul 2015 13:45 WIB
Jakarta - Pihak kepolisian mengantisipasi kejahatan jalanan seperti copet selama mudik lebaran. Pusat-pusat keramaian seperti terminal, stasiun, bandara dan pelabuhan akan dijaga polisi untuk mengantisipasi kejahatan jalanan.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Krishna Murti mengatakan aksi pencopetan termasuk salah satu kejahatan konvensional yang sering terjadi jelang mudik lebaran.

"Copet biasanya sering terjadi, karena adanya kerumunan warga. Inilah yang dimanfaatkan para pelaku copet atau jambret," ujar Krishna kepada detikcom, Senin (6/7/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati dan menjaga barang bawannya serta tas selama mudik lebaran. Masyarakat juga diimbau untuk mengenali modus-modus pencopetan agar tidak menjadi korban.

Berikut modus pencopetan yang disampaikan Krishna Murti:


1. Copet Dompet

Modus ini biasanya dilakukan oleh kelompok copet yang menyasar dompet yang ada di saku celana. Pelaku biasanya memepet korban, lalu dengan cepat akan mengambil dompet di saku celana korban.

Aksi copet ini bisa terjadi di atas bus, bus TransJakarta dan kereta api. Pelaku biasanya berjumlah lebih dari satu orang.

"Yang satu ngambil dompet korban, kemudian dilempar ke pelaku lainnya agar korban tidak mencurigai pelaku yang ada di belakangnya," imbuhnya.


2. Copet Sobek

Modus pencopetan ini dilakukan dengan menyobek tas korban menggunakan cutter. Sekali beraksi, pelaku biasanya harus mondar-mandir di sekitar korban beberapa kali terlebih dahulu untuk memastikan tasnya robek dan terbuka sehingga memudahkan untuk mengambil barang korban di dalam tas.

"Biasanya sasarannya tas perempuan yang dikepit atau tas ransel yang digemblok di belakang. Kalau tas perempuan yang dikepit, yang disobek adalah ujung belakang tas, disobek lalu diambil isinya sampai habis," jelasnya.

Dalam modus ini, para korban biasanya tidak menyadari dirinya telah dicopet. Korban baru sadar ketika hendak membayar ongkos transport.


3. Modus Belanja

Untuk modus ini, para pelaku biasanya menyasar ibu-ibu atau pengunjung mal dan pasar. Pelaku berpur-pura berbelanja.

Dalam aksinya itu, pelaku menyamar sebagai pengunjung, dengan menggunakan kerudung (pelaku perempuan) atau topi (pelaku laki-laki), dan memakai jaket. Mereka biasanya memanfaatkan kelemahan pengunjung yang menaruh tasnya ketika memilih barang belanjaan.

"Setelah berhasil mencopet, pelaku memasukkan tas korban ke dalam jaketnya, lalu pergi ke WC. Di WC mereka membuang kerudung dan jaketnya, sehingga kalau ada yang mencirikan pelaku, mereka sudah clear karena ciri-ciri yang dipakai dibuang," jelasnya.


4. Copet Pesawat

Untuk copet ini, pelakunya bermodal. Sebab, mereka harus membeli tiket pesawat terlebih dahulu untuk melakukan aksi pencopetan di atas pesawat terbang.

"Biasanya dilakukan di pesawat yang terbang jam malam atau ke luar negeri, kan waktunya banyak tuh," ungkapnya.

Pelaku memanfaatkan kondisi korban yang sedang tertidur dan lampu kabin dimatikan. Saat korban tertidur lelap, pelaku akan mengambil tas di kabin, lalu menguras isi harta korban.

"Setelah mengambil barang korban, tasnya dikembalikan ke atas kabin. Biasanya tidak ketahuan, karena di dalam pesawat tidak ada CCTV, kecuali pada saat di dalam pesawat korban merasa kehilangan barang dan begitu landing dicek penumpang satu-persatu," paparnya.

Untuk informasi lengkap soal rest area di jalur mudik silakan download aplikasi Jalur Mudik BRI 2015 yang dipersembahkan oleh BRI dan detikcom di app store dan play store.

Halaman 2 dari 5
(mei/aan)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads