Aneka Macam Teror ke KPK, dari Sesajen Sampai Benda Mirip Bom

Aneka Macam Teror ke KPK, dari Sesajen Sampai Benda Mirip Bom

Fajar Pratama - detikNews
Senin, 06 Jul 2015 11:42 WIB
Aneka Macam Teror ke KPK, dari Sesajen Sampai Benda Mirip Bom
Jakarta -

Lagi-lagi KPK dan pegawainya mendapatkan teror, kali ini penyidik Kompol Apip Julian mendapatkan gangguan berupa kiriman benda mirip bom.

Daftar teror yang ditujukan kepada KPK dan pegawai pun bertambah panjang. Sejak berdiri tahun 2002, lembaga antikorupsi ini pernah mendapatkan sejumlah teror.

Terornya pun bervariasi mulai dari skala kecil sampai teror ancaman fisik. Berikut sejumlah dari sekian banyak teror yang terjadi akhir-akhir ini:

caption-here..




1. Sesajen

Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 15.30 WIB, Sabtu (20/9/2014) silam. Saat itu sejumlah wilayah Jakarta tengah diguyur hujan, tak terkecuali kawasan Kuningan.

Tiba-tiba ada sebuah mobil Toyota Fortuner bernopol B321 SGI warna putih yang berhenti di depan pintu keluar gedung KPK yang berada di sebelah samping. Seorang perempuan keluar dari mobil itu.

Wanita ini lantas meletakkan sebuah pot persis di depan pintu keluar. Petugas sekuriti KPK yang berjaga tak jauh di depan pintu langsung menaruh curiga dan mendekati perempuan ini. Namun begitu hendak dihampiri, perempuan langsung bergegas dan menaiki mobil lantas tancap gas.

Petugas sekuriti lantas memungut pot misterius itu. Ternyata di dalamnya terdapat sejumlah benda: anak panah kecil, micro sd, tulisan di secarik kertas dan batu kecil berwarna-warni. Pot tersebut berbau harum yang sangat menusuk hidung.

"Kejadian meletakkan semacam sesajan di gedung KPK ini sudah sering terjadi. Ini menunjukkan bahwa masih saja ada pihak yang beranggapan bahwa KPK bisa dipengaruhi melalui cara supranatural seperti itu," kata Jubir KPK Johan Budi ketika dikonfirmasi mengenai insiden peletakan sesajen misterius ini.


2. Jaksa Tak Bisa Bicara

Pimpinan KPK jilid I, Tumpak Hatorangan Panggabean mengatakan dia maupun staf di bagian penindakan KPK mendapatkan berbagai ancaman. Ada yang berupa SMS ataupun gelap dan ada juga bentuk yang lain. Tumpak masih mengingat, teror paling 'nyeleneh' yang didapatkan pegawai KPK kala itu, adalah saat ada seorang jaksa yang mendadak tak bisa berbicara ketika di persidangan.

"Jadi saya kan selalu tunggu jaksa-jaksa ini usai persidangan. Saya tanya gimana persidangan tadi. Ada satu jaksa yang bilang selama di persidangan dia tidak dapat berbicara. Dia merasa seperti diguna-guna," kata Tumpak dalam perbincangan, Kamis (12/2/2015).

Jaksa yang dimaksud Tumpak itu, sedang menangani perkara kasus korupsi di Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur yang menjerat yang menjerat bupati Syaukani Hassan Rais. Persidangan digelar di PN Tipikor Jakarta pada kurun waktu 2005-2006. "Ya mungkin itu (guna-guna) dari pengunjung sidang atau bagaimana. Saya juga kurang tahu," kata Tumpak yang juga merupakan mantan jaksa ini.

Tumpak pada saat mendengar keterangan dari jaksa KPK itu, tak langsung percaya bahwa itu disebabkan karena guna-guna. Namun dia memberikan saran spontan kepada si jaksa. "Saya sarankan dia untuk membalik celana dalam. Terserah dia mau percaya atau tidak. Itu saran spontan saya saja. Iseng saja. Sejak saat itu, entah dia betulan membalik celana dalamnya atau tidak, dia tidak lagi tak bisa berbicara," ujar Tumpak sembari tertawa.

3. Ancaman terkait kasus

Soal ancaman terkait kasus ini menimpa sejumlah penyidik dan pegawai di bagian biro hukum. Plt Direktur Penyidikan KPK Endang Tarsa pernah mendapatkan ancaman terhadap penanganan suatu kasus.

Orang yang mengancam akan mempersulit karir anak Endang yang sedang menempuh pendidikan di sekolah kepolisian. Karena ancaman ini, sampai-sampai Endang diamankan di safe house oleh KPK.

Ada juga ancaman yang didapatkan suami dari salah satu pejabat di Biro Hukum KPK. Di suatu malam, sang suami yang sedang menunggu untuk menjemput istrinya, didatangi orang misterius yang meminta kepada istrinya untuk mundur dari persoalan yang ditangani biro hukum.

caption-here..



4. Benda Mirip Bom

Ini kasus terbaru. Kompol Apip Julian Miftah, dikirimi benda mirip bom ke rumahnya oleh orang tidak dikenal.

Seperti disampaikan Kasubag Humas Polres AKP Siswo, Senin (6/7/2015), peristiwa yang dialami Apip terjadi pada Minggu (5/7) pukul 22.00 WIB. “Telah ditemukan sebuah benda mencurigakan yang berbentuk bom dilengkapi dengan detonatornya di depan pagar pintu rumah Kompol Apip anggota Polri yang bertugas saat ini di KPK,” terang Siswo.

Menurut Siswo, saat itu Kompol Apip bersama istri dan anaknya pulang ke rumah. Namun saat membuka pagar melihat benda yang mencurigakan seperti bom. “Kemudian kompol Apip menghubungi Polsek dan istri Kompol Apip yang bernama Risma menghubungi Ketua RT Bapak Budi Susanto,” jelas Siswo.

5. Ban Mobil Digembosi, Disiram Air Keras

Tak hanya benda mirip bom saja yang dikirimkan orang tak dikenal ke rumah penyidik KPK Kompol Apip Julian di Bekasi. Ada juga yang lainnya yang dialami Kompol Apip seminggu sebelumnya.

“Bahwa korban seminggu yang lalu pernah mengalami teror yaitu ban mobil Hinda Freed ditusuk tusuk hingga bolong kemudian 3 hari selanjutnya mobil korban disiram air keras,” jelas Kasubag Humas Polresta Bekasi AKP Siswo, Senin (6/7/2015).

Teror benda mirip bom yang dikirimi ke rumah Kompol Apip terjadi pada Minggu (5/7) malam. Apip bersama istri dan anaknya, saat itu baru pulang dari perjalanan. Saat hendak membuka pintu pagar ada benda dengan detonator dan launnya.



Halaman 2 dari 3
(faj/ndr)


Berita Terkait