Hal ini dilakikan pasca musibah kebakaran yang terjadi di area Terminal 2E kemarin. Budi menilai ada praktik percaloan alias jual beli kuota kios yang terjadi di terminal bandara sehingga ada potensi pengabaian terhadap aspek standar fasilitas di setiap cafe hingga toko yang ada.
"Kita pilih tenant yang lebih governance. Lebih punya spirit berbuat yang baik. Sementara ini ada tenant yang punya 10-20 toko atau kios. Ada calo tenant yang nanti kita akan hilangkan," kata Budi kepada detikcom Senin (6/7/2015).
AP II juga akan menerjunkan tim untuk mengaudit ulang kepemilikan dan standar fasilitas yang ada di setiap lounge. Tujuan dari audit ini untuk mengantisipasi musibah kebakaran yang ada di salah satu lounge yangย berdampak terhadap gangguan operasional penerbangan.
"Kita akan tata lounge. Syarat-syarat mereka akan kita buat lebih ketat," ujarnya.
Untuk area terminal, Budi mengaku pihaknya memiliki program revitalisasi dan renovasi terminal 1 dan 2 yang telah berusia puluhan tahun. Selain meningkatkan kapasitas terminal, langkah ini juga ditargetkan untuk memperbaiki fasilitas dan infrastruktur tua di Bandara Soetta.
"Saya sedang desain pengembangan terminal 2 jadi terminal tetap perhatikan arsitektur lama tapi akomodasi 11 juta jadi 22 juta. Kita harapkan 1-2 bulan tender. Kemudian ke depan, tanpa membela diri, Kita mau change membuat layanan kita terbaik di Terminal 3 yang baru dan Terminal 2 yang selesai akhir 2016," ujarnya. (feb/dra)











































