Apalagi sampai penerbangan terganggu dalam jumlah besar seperti kejadian kemarin di Bandara Internasional Soekarno Hatta yang mengalami musibah kebakaran pada area Terminal 2E. Akibat kebakaran itu, 179 penerbangan Garuda terganggu.
"Saya belum pernah dengar dan lihat bandara lain memiliki kebakaran begitu besar sehingga semua sistem terputus, belum ada case seperti itu yang kita dengar," kata Arif kepada detikFinance Senin (6/7/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Titik rawan di bandara banyak maka aspek safety dan security di bandara menjadi critical karena gara-gara 1 lounge saja terbakar. Ini merusak penerbangan kita. Ini ada pelajaran berharga," ujarnya.
Pasca kejadian ini, Garuda meminta kepada manajemen PT Angkasa Pura II selaku operator Bandara Soetta untuk menata kembali fasilitas check in counter dan memperbaiki fasilitas conveyor belt yang mendukung operasional check in barang.
Perbaikan dan penataan harus cepat dilakukan sebab Bandara Soetta akan super sibuk mendekati musim mudik 2015.
"Airport check in masih belum tertata kemudian conveyer belt kapan selesai? Dia (AP II) janji Rabu ini selesai padahal sekarang sudah H-10 lebaran," tuturnya. (feb/faj)











































