Berdasarkan rilis yang diterima detikcom dari KBRI Damaskus, Senin (6/7/2015), setiap hari selama bulan Ramadan, ada 7 orang BMI yang bertugas menyiapkan beragam keperluan untuk rekannya yang lain. Kegiatan tersebut mulai dari menyiapkan pengajian, makanan, kelas-kelas, hingga salat tarawih.
"KBRI Damaskus menyediakan semua keperluan bahan masakan untuk di shelter, kami memasak bergantian sesuai jadwal piket," ujar Nurhayati, TKW korban perdagangan manusia asal Serang, Banten yang sudah enam bulan tinggal di shelter.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Alhamdulillah, meskipun Suriah sedang perang, kami merasa lebih aman tinggal di shelter. Kebutuhan tercukupi dan lebih tenang menjalani ibadah Ramadhan," tutur Nuning, BMI/TKW asal Sukabumi yang bekerja selama empat tahun tanpa dibayar oleh majikannya di Suriah.
Menurut Duta Besar RI untuk Suriah, Djoko Harjanto, KBRI Damaskus memiliki 3 shelter, yaitu di daerah Damaskus, Lattakia, dan Allepo. Ketiga wilayah tersebut merupakan wilayah konflik dimana sering terjadi baku tembak antara tentara pemerintah dan kelompok pemberontak.
"Tugas utama kami di Suriah adalah perlindungan warga (citizen service). Dengan sekuat tenaga kami akan melindungi WNI di Indonesia meskipun di tengah kondisi perang di Suriah," jelas Djoko. (rna/ahy)











































