"Soal ranjang juga perlu. Bagaimana kehidupannya sehari-hari. Kalau dia biasa berbohong, berarti integritasnya juga dipertanyakan," ujar Koordinator Divisi Investigasi Indonesia Corruption Watch (ICW) Febri Hendri di restoran Dua Nyonya, Cikini, Jakarta Pusa, Minggu (5/7/2015).
Diskusi yang digelar Transparency International Indonesia (TII) ini bertajuk "Pentingnya rekam jejak calon pimpinan KPK". Hadir sebagai pembicara adalah jubir pansel KPK Betti Alisjahbana, Koordinator Divisi Investigasi ICW Febri Hendri, anggota pansel KPK Natalia Subagyo, kalangan masyrakat sipil Metta Dharmasaputra, dan Kemitraan Hendri Siahaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak hanya itu, track record di tempat kerja harus juga menjadi perhatian bagi pansel KPK. "Pernah alami penurunan kenaikan pangkat, atau dapat sanksi.Harus diteliti betul," ucapnya.
Hendri menambahkan, pansel KPK harus melakukan pelacakan sistematis karena adanya batas waktu seleksi pimpinan KPK.
"Mekanismenya satu kandidat ada tiga trackers dan tidak saling kenal serta di bawah satu koordinasi. Kalau cara kerja mereka beda, akan memberi info yang berbeda," terangnya.
(fiq/mad)











































