SBY: Tak Elok Kalau PD Ingin Ada di Kabinet

SBY: Tak Elok Kalau PD Ingin Ada di Kabinet

Taufan Noor Ismailian - detikNews
Minggu, 05 Jul 2015 18:27 WIB
SBY: Tak Elok Kalau PD Ingin Ada di Kabinet
Foto - Taufan/detikcom
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) disarankan tak hanya melibatkan partai di kubu Koalisi Indonesia Hebat saat melakukan reshuffle kabinet nanti. Wakil Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Ahmad Basarah meminta Jokowi melibatkan partai-partai di Koalisi Merah Putih, dan juga Partai Demokrat.

Lalu apa tanggapan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono?

Kepada wartawan di Jakarta Convention Center, politisi yang akrab disapa SBY itu mengatakan bahwa sesuai etika politik, karena yang menang pilpres adalah KIH, maka pasangan Jokowi-Jusuf Kalla-lah yang mendapat mandat dari rakyat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jokowi-JK bersama partai pengusunglah yang kini mendapat mandat dari rakyat untuk melakukan perbaikan kondisi bangsa dan negara.

"Jadi logikanya dengan etika politik, yang dijalankan, kalau harus ada perbaikan di tingkat pemerintahan, kabinet, maka yang mendapat mandat rakyat itulah, teman-teman PDIP dengan parpol yang ada, dalam pemerintahan pak Jokowi yang emban tugas yang hares lakukan perbaikan," kata SBY kepada wartawan di JCC, Jakarta, usai menghadiri Rapimnas PD, Minggu (5/7/2015).

Partai Demokrat, kata SBY, akan mendukung perbaikan yang dilakukan pemerintahan Jokowi-JK selama berpihak kepada kepentingan rakyat. Dia mengakui sempat muncul wacana agar Partai Demokrat masuk dalam kabinet pemerintahan Jokowi-JK. Namun Presiden ke-6 RI itu memberi isyarat PD tak akan masuk kabinet Jokowi-JK.

"Saya pegang teguh etika politik, kita beri kesempatan kepada yang memenangkan pemilu kemarin. Rasanya tidak elok kalau PD berkeinginan ada di kabinet," kata SBY. (erd/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads