Ini SMS Penculikan dan Tebusan Engeline yang Dibeberkan Hotman

Tragedi Engeline

Ini SMS Penculikan dan Tebusan Engeline yang Dibeberkan Hotman

Rachmadin Ismail - detikNews
Minggu, 05 Jul 2015 17:48 WIB
Ini SMS Penculikan dan Tebusan Engeline yang Dibeberkan Hotman
Jakarta - Kuasa hukum Agus Tay, Hotman Paris, mendapatkan data dari Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Denpasar, Bali, terkait SMS penculikan Engeline dan tebusan yang diduga digunakan untuk penggalangan dana oleh keluarga Margriet Megawe. Apa saja isinya?

Kepada detikcom, Hotman sempat membeberkan isi SMS-SMS tersebut. Di antaranya seputar permintaan penculik kepada keluarga Margriet tebusan Rp 150 juta untuk Engeline.
caption-here..

Ada juga nada-nada ancaman bila uang tidak diberikan, maka penculik akan melakukan aksi tertentu pada Engeline. Selain itu, terdapat juga SMS berisi nomor rekening yang harus ditransfer bila uang sudah terkumpul.
caption-here..

Hotman menduga, lewat SMS itu ada penggalangan dana ke sejumlah donatur, terutama di luar negeri. Seorang pria Australia, diklaim ada yang sudah mengakui hal ini dan sempat hendak memberikan sumbangan, namun belum terjadi.
caption-here..

"Ini para aktivis dari Bali forward ke saya soal SMS. Intinya, diduga seolah-olah ada SMS dari penculik, lalu meminta tebusan, lalu mencari dana ke si bule untuk membayar uang tebusan. Hari ini si bule sudah bersedia jadi saksi," terang Hotman.

Hotman menuding keluarga angkat Engeline di balik penggalangan dana tersebut. Karena itu, dia meminta agar polisi mengusut masalah ini. Terutama guna mengetahui apakah ada kaitannya dengan pembunuhan atau tidak.

"Berarti diduga Engeline sengaja dihilangkan kemudian diumumkan hilang. Tapi kepada calon donor diculik agar calon donor memberikan uang. Saran saya Polda harus segera memeriksanya," ucapnya.

Petugas P2TP2A Kota Denpasar, Siti Sapurah atau Ipung, membenarkan cerita Hotman. Dia menambahkan, saksi pria Australia yang berencana memberikan donasi untuk menebus penculik Engeline rencananya akan diajukan kepada polisi agar diperiksa pekan depan.

Kuasa hukum keluarga angkat Engeline, Dion Pongkor, saat dikonfirmasi soal ini menegaskan, SMS-SMS penculikan dan permintaan tebusan memang banyak masuk ke nomor ponsel keluarga Margriet. Hal ini terjadi setelah berita hilangnya Engeline meluas hingga ke berbagai negara.

"Waktu pertama kali Engeline hilang, banyak yang mengaku menculik dan meminta uang tebusan," tegas Dion saat dikonfirmasi detikcom.

Namun, walau banyak SMS penculik, keluarga tak memanfaatkan itu untuk mencari penggalangan dana. Bila ada orang yang berinisiatif untuk menggalang dana, itu dipastikan bukan dari keluarga.

"Dulu ada ketua ekspatriat bali, bikin tempelan di facebook sayembara Rp 40 juta. Keluarga tidak mengetahui itu. Ketika ditanya, kenapa bikin tanpa koordinasi keluarga? Itu bukan dari inisiatif dari keluarga. Dia cerita katanya saya juga punya anak perempuan dan saya tiga orang teman saya berjanji memberikan donasi jika anak itu ditemukan," jelasnya.

Halaman 2 dari 2
(mad/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads