Irjen Tito Berpeluang Jadi Kapolri, Namun Bukan Pengganti Badrodin

Irjen Tito Berpeluang Jadi Kapolri, Namun Bukan Pengganti Badrodin

Rachmadin Ismail - detikNews
Minggu, 05 Jul 2015 15:59 WIB
Irjen Tito Berpeluang Jadi Kapolri, Namun Bukan Pengganti Badrodin
Irjen Tito Karnavian
Jakarta - Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Tito Karnavian yang merupakan lulusan terbaik (Adhi Makayasa) angkatan 1987 berpeluang jadi Kapolri, tapi bukan pengganti Jenderal Badrodin Haiti. Diperkirakan dua periode lagi atau sekitar empat tahun mendatang.

"Peluang Pak Tito untuk jadi Kapolri cukup besar. Apalagi rekam jejaknya selama berkarir sebagai anggota polisi bagus sekali. Banyak prestasinya. Namun beliau tidak langsung menggantikan Pak Badrodin yang tahun depan memasuki masa pensiun," ujar pengamat kepolisian, Aqua Dwipayana dalam komentar tertulisnya, Minggu (5/7/2015).

Pakar komunikasi itu menyampaikan pendapat tersebut dengan melihat perbedaan angkatan yang jauh antara Badrodin dan Tito yakni lima tahun. Badrodin angkatan 1982, sedangkan Tito angkatan 1987.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pengalaman selama ini rata-rata penggantian Kapolri beda antara satu hingga tiga angkatan. Contohnya antara Jenderal Purn Sutarman (angkatan 1981) dan Badrodin beda satu angkatan. Sebelumnya antara Jenderal Purn Timur Pradopo (angkatan 1978) dan Sutarman yang beda tiga angkatan.

Jika dipaksakan Tito menggantikan Badrodin, menurut Aqua hasilnya akan kurang bagus sebab banyak senior di Polri yang dilewatinya. Belum tentu mereka loyal dan memberikan dukungan penuh ke Tito.

"Berdasarkan hal itu sebaiknya Pak Tito tidak buru-buru untuk menjadi Kapolri. Walaupun jika mendapat amanah jadi orang pertama di Polri beliau pantas dan sangat mampu," ungkap Aqua.

Seperti diberitakan Entah darimana datangnya, isu the next Kapolri mulai bergulir. Kapolri pengganti Jenderal Badrodin Haiti yang akan pensiun tahun depan sudah mulai disebut-sebut.

Salah satu yang disebut yakni Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Tito Karnavian. Bukan tanpa alasan, melihat rekam jejak sebelumnya Kapolri Timur Pradopo dan Sutarman pernah menjadi Kapolda Metro Jaya.

Lantas apa tanggapan Tito yang berpotensi menjadi Kapolri selanjutnya?

"Saya nothing to lose, saya bukan siapa-siapa. Orangtua siapa, saya bukan siapa-siapa," ujar Tito dalam sebuah diskusi di Gado-gado Boplo, Jl Gereja Theresia, Jakarta, Sabtu (4/7/2015).

Tito yang pernah menjabat Kapolda di dua provinsi mengaku bersyukur atas kariernya yang dicapai saat ini. Dia mengakatan, tidak ada keinginan kuat untuk menduduki orang nomor 1 di institusi kepolisian.

"Saya tidak punya keinginan kuat untuk itu. Untuk menjadi saat ini saja sudah seperti mimpi," ujarnya.

Tetapi bukan berarti Tito tidak mau bila dirinya ditunjuk presiden menjadi Kapolri. Menurutnya, sebagai seorang perwira, apa pun yang diperintahkan harus siap dilaksanakan.

"Apa pun juga akan kita laksanakan, tapi saya sudah bersyukur sekali bisa sampai di sini (menjabat Kapolda Metro)," ucap lulusan terbaik peraih Adhi Makayasa Akpol '87 ini.

Aqua memperkirakan setelah Badrodin, kans terbesar yang akan menjadi Kapolri adalah dari angkatan 1984 atau angkatan 1985.

Setelah itu perkiraan Aqua, baru giliran Tito menjadi Kapolri. Meskipun kans Tito cukup besar untuk menduduki jabatan orang pertama di Polri tersebut, namun semuanya tergantung pada Presidennya dan partai yang berkuasa.

Menurut Aqua biasanya yang terpilih jadi Kapolri adalah orang yang dikenal secara baik oleh presiden. Di samping itu dekat dengan partai penguasa dan pendukungnya. Sehingga saat dilaksanakan uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) di Komisi III DPR, semuanya berjalan lancar.

Aqua yang tujuh tahun terakhir intens mengamati Polri menyarankan kepada Tito untuk tetap konsisten berprestasi pada setiap amanah yang diberikan pada dirinya. Sehingga saatnya nanti terpilih sebagai orang yang memimpin Polri.

"Karir Pak Tito di Polri masih panjang. Sehingga kans beliau untuk jadi Kapolri cukup besar. Terpenting beliau tetap konsisten dan selalu menunjukkan prestasi pada jabatan-jabatan strategis yang diembannya termasuk saat sekarang menjadi Kapolda Metro Jaya," pungkas Aqua.

(mad/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads