"Sebenarnya (Marzuki Alie) harus bersyukur. Ingat kan waktu diawal dia jadi kader kami (PD), kan nggak enak kalo saya bilang dia tersangka korupsi di Sumatera Selatan, itu fakta kok," jelas Ruhut di JCC, Senayan, Jakarta Selatan, Minggu (5/7/2015).
Menurut Ruhut setelah menjadi Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, kasus yang membelit Marzuki Alie di hentikan alias SP3. "Dia sekjen baru SP3, itu fakta kok. Saya ruhut sitompul ngomong fakta, nggak memfitnah, harusnya bersyukur bisa bernaung dalam keluarga besar PD," tambahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Ruhut tidak mempermasalahkan apabila Marzuki ke depan mundur dari kader PD. Menurutnya, seluruh kader PD berhak memilih jalannya masing-masing.
"Tapi dia (Marzuki Alie) sudah statement kemarin dia katakan kemungkinan akan mundur (dari PD). Nggak ada masalah, hidup ini pilihan, nggak ada masalah kok. Kalau tetap mau bersama kita terima kasih," terangnya.
Marzuki Alie ditetapkan sebagai tersangka dugaan kasus korupsi proyek optimalisasi pabrik Semen PT Semen Baturaja pada Agustus 2004. Proyek itu sendiri berjalan selama kurun waktu 1997-2001.
Saat itu Ketua DPR 2009-2014 ini menjabat Direktur Komersial PT Semen Baturaja. Selain Marzuki Alie, tersangka lain dalam kasus yang sama adalah Kepala Departemen Niaga, sekaligus anggota Fraksi Partai Demokrat Azam Azman Natawijaya dan Direktur Teknik PT Semen Baturaja Darusman. (baca juga: Kejaksaan Hentikan Kasus Marzuki Alie). (tfn/erd)










































