Dari 19 daerah tersebut, partai besutan Surya Paloh ini sudah mengeluarkan rekomendasi untuk pasangan calon kepala daerah yang akan diusung. Hanya saja, rekomendasi untuk kepala daerah Kota Surabaya tidak termasuk dalam daftar meski keinginan itu ada.
"Surabaya itu ngambang," kata Ketua DPW Partai NasDem Effendi Choirie kepada wartawan usai acara Halaqoh Ramadhan 'Menggali ideologi dan gagasan Bung Karno dan Gus Dur untuk Restorasi Indonesia' di kantor DPW NasDem, Jalan Kartini, Surabaya, Sabtu (4/7/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Istilah kasarnya begini, kita mau mendukung saja nggak boleh, karena mereka sudah merasa kuat. Kita mau mendukung mereka, seolah-olah mereka nggak mau kita," katanya.
Pria yang biasa disapa Gus Choi ini menerangkan, komunikasi membahas Pilkada Surabaya sudah dilakukan antar tingkat DPP NasDem dengan DPP PDIP.
"Tapi DPW dan DPD (tingkat kota) belum ketemu, karena belum ada instruksi," ujarnya.
Ketika ditanya tentang kemungkinan NasDem merapat ke gabungan 6 parpol yang berkoalisi menjadi sebuah koalisi Majapahit, Gus Choi belum bisa memastikannya.
"Nggak juga merapat. Kita juga nggak diajak ke sana. Kita belum menyeberang, wong di sini (koalisi dengan PDIP) saja belum," ujarnya.
"Tapi intinya, Risma belum ada tandingannya. Calon yang lain dari sisi popularitas dan elektabilitasnya belum ada yang menandingi," tandasnya.
Ini calon kepala daerah yang sudah mendapatkan rekomendasi dari Partai NasDem:
Kabupaten Tuban, pasangan Fatkhul Huda-Nur Har
Kabupaten Mojokerto, pasangan Mustofa Kamal Pasha-Ipung
Kabupaten Trenggalek, pasangan Kholik-Yayuk (istri mantan Ketua DPD PDIP Jatim Sirmadji)
Kabupaten Sumenep, Sanan
Kabupaten Lamongan, pasangan Suhandoyo-Abdul Ghofur
Kabupaten Malang, pasangan Rendra-Sanusi
Kabupaten Banyuwangi, pasangan incumbent
Kabupaten Ngawi, pasangan incumbent
Kabupaten Jember, pasangan Faidah
(roi/imk)











































