Ketiganya datang bersama Duta Besar Mesir untuk Indonesia Baha Dessouki. Menurut Din, kedatangan ketiga ulama ini adalah untuk memperkenalkan organisasi baru bernama Majelis Cendekiawan Muslim Internasional.
"Kedatangan mereka ini untuk memperkenalkan dan menjelaskan organisasi mereka yang baru di Mesir yaitu Majelis Cendekiawan Muslim Internasional. Organisasi ini berpusat di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab," ujar Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin di Ruang Pertemuan PP Muhammadiyah, Jl.Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (4/7/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Islam di Indonesia sangat menghormati perbedaan dan toleransi yang ada di sekitarnya. Kami punya 5 agama di Indonesia, dan kami menghormati perbedaan. Islam mampu hidup berdampingan di Indonesia," lanjutnya.
Sementara itu, menurut Duta Besar Mesir untuk Indonesia Baha Dessouki, kedatangan para ulama ini selain untuk memperkenalkan organisasi baru mereka, juga untuk lebih mengenal Islam yang ada di Indonesia. Menurut Baha, Islam di Indonesia mampu menjalin komunikasi dengan baik dengan agama selain Islam dalam dialog antar agama.
"Mereka melihat Indonesia sebagai pemeluk Islam terbanyak di dunia dan Islam yang moderat. Selain untuk memperkenalkan organisasi barunya, mereka juga datang untuk mengenal lebih jauh Islam yang hidup dan berkembang di negeri ini. Yang mampu jalin komunikasi dengan agama lainnya. Seperti dengan cara dialog antar agama," ucapnya.
Dalam kesempatan ini juga, Din Syamsuddin mengundang Pemerintah Mesir untuk menghadiri Muktamar PP Muhammadiyah ke-47 tahun di Makassar, Sulawesi Selatan pada tanggal 3-7 Agustus 2015. Acara diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin oleh Dosen Bahasa Inggris dan Arab Hosny Metwally Mohamed Abdelmoula.
(yds/faj)











































