Melihat Mahasiswa Fisip Unsyiah Bertadarus di Kampus pada Malam Ramadan

Ramadan 2015

Melihat Mahasiswa Fisip Unsyiah Bertadarus di Kampus pada Malam Ramadan

Agus Setyadi - detikNews
Sabtu, 04 Jul 2015 12:59 WIB
Melihat Mahasiswa Fisip Unsyiah Bertadarus di Kampus pada Malam Ramadan
Kegiatan tadarus mahasiswa Unsyiah, Banda Aceh. (Agus Setyadi/detikcom)
Banda Aceh - Malam Ramadan banyak dipergunakan umat muslim untuk beribadah. Pada puasa tahun ini, mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Unsyiah, banda Aceh, memilih bertadarus secara bersama-sama di kampus.

Setiap malam, mereka mulai berkumpul di kampus sejak pukul 23.00 WIB hingga pukul 03.00 WIB atau menjelang waktu sahur. Di sana, sejumlah mahasiswa membaca satu per satu ayat Alquran secara bergantian, menggunakan mikrofon. Saat satu orang membaca, lain duduk diam sambil menyimak.

Mereka bertadarus saban malam dengan target menjelang akhir Ramadan sudah khatam Alquran. Selain mengaji, para mahasiswa ini juga membacakan nazam-nazam Aceh. Hal ini sudah berlangsung sejak awal puasa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Biasanya kampus pada malam hari kosong, ini selama puasa kita ingin menghidupkan dengan baca Alquran dan ilmu agama," kata Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FISIP Unsyiah,Putra Rizki Youlan Radhianto, Sabtu (4/7/2015).

Selain di kampus, lantunan ayat suci Alquran juga menggema melalui corong-corong masjid atau meunasah di Aceh hingga menjelang waktu imsak tiba. Sejumlah warga memilih menghidupkan malam Ramadan dengan membaca Alquran bersama-sama.

Pantauan detikcom di Kecamatan Keumala, Pidie, Aceh, sejumlah anak-anak hingga orang dewasa berkumpul di meunasah hampir tiap malam. Di sana, mereka membaca Alquran secara bergantian. Tadarus ini dimulai sejak malam pertama puasa hingga malam terakhir Ramadan.

Suara ngaji menggunakan mikrofon ini saling bersahutan antara satu meunasah dengan meunasah lainnya. Hampir setiap desa di Aceh memiliki meunasah masing-masing sebagai tempat ibadah. Sementara masjid biasanya hanya terletak dipusat kecamatan.

Pada malam Ramadan, suasana di Aceh sedikit berbeda dibandingkan bulan-bulan lainnya. Seperti sudah menjadi tradisi, sepanjang malam lantunan ayat-ayat suci Alquran tak pernah henti berkumandang. Meski suaranya terdengar hingga ke desa tetangga, tapi tak ada warga yang protes.

Membaca Alquran ini rutin dilakukan setiap Ramadan tiba. Tak jarang, dalam setiap puasa ada yang beberapa kali mengkhatamkan bacaan Alquran. Biasanya, saat khatam Alquran tersebut digelar kenduri bersama di meunasah. Warga memberikan sumbangan atau membawa makanan ke meunasah untuk disantap bersama.

Kenduri khatam Alquran digelar usai salat tawarih. Sebelum dimulai, terlebih dulu diadakan doa yang dipimpin oleh seorang teungku. Tradisi kenduri khatam Alquran biasanya digelar beberapa hari menjelang akhir Ramadan. Acara ini kemudian ditutup dengan makan bersama makanan yang disumbang oleh masyarakat. (rul/rul)


Berita Terkait