TNI: Tunggu Hasil Investigasi Soal Sipil Naik Hercules yang Jatuh di Medan

TNI: Tunggu Hasil Investigasi Soal Sipil Naik Hercules yang Jatuh di Medan

Ferdinan - detikNews
Sabtu, 04 Jul 2015 11:55 WIB
TNI: Tunggu Hasil Investigasi Soal Sipil Naik Hercules yang Jatuh di Medan
Jakarta - Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Fuad Basya menyatakan penindakan terhadap dugaan pelanggaran atas naiknya penumpang sipil dalam pesawat Hercules yang jatuh di Medan, dilakukan setelah investigasi rampung.

"Menunggu hasil tim investigasi, kalau nanti ternyata dari tim investigasi bahwa ternyata memang itu overweight maka pejabat yang menimbang, pejabat yang bertanggungjawab pasti dicopot. Demikian juga kalau ada yang mengatakan ada orang luar masuk membayar pasti dicopot. Saya mau ulangi pasti (ditindak),  tapi setelah hasil investigasi," ujar Fuad Basya dalam diskusi Polemik bertajuk "Hercules & Ironi Alutsista TNI" di Warung Daun Cikini, Jakpus, Sabtu (4/7/2015).

Menurut dia, Hercules sebagai salah satu pesawat angkut militer berfungsi untuk mengangkut pasukan, membawa logistik juga bisa digunakan untuk pemindahan administrasi personel TNI.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dalam rangka pemindahan administrasi maka yang dibawa tidak hanya tentara. Tentara bertugas, kita selalu ada istilah  tour of duty, tour of area, itu rutin. Dalam rangka pemindahan pasukan ini seperti yang kemarin terjadi dia dari Halim ke Ranai, seorang prajurit mendapat perintah harus berangkat dia ke sana," tutur Fuad.

Personel yang pindah lokasi penugasan bisa membawa serta keluarganya menggunakan Hercules. "Tapi untuk proses masuk pesawat bukan ujug-ujug anak saya datang ke Halim kemudian  masuk pesawat, nggak bisa. Itu proses antar satuan, jadi kalau anak saya mau berangkat ke Papua saya dinas di Papua, maka satuan saya harus buat surat ke AU, minta izin seat," terang dia.

Selain prajurit TNI, pesawat angkut militer bisa juga dinaiki sipil dengan catatan terkait studi yang bersangkutan. "Termasuk kepala daerah. Tapi saya tidak menutup kemungkinan kalau ada yang dilanggar pasti dihukum," tegas Fuad.

Memasuki hari kelima, sebanyak 33 kantong jenazah korban jatuhnya pesawat Hercules C-130 belum selesai diidentifikasi. Proses identifikasi dilanjutkan pagi ini. Wakil Ketua Tim DVI Polda Sumatera Utara (Sumut) Kombes Pol Didiet Setyo Budi menyatakan, 33 kantong jenazah itu masih disimpan dalam dua mesin pendingin. Beberapa di antaranya merupakan potongan-potongan tubuh.

"Rencananya hari ini tim DVI akan mengambil sampel DNA dari potongan tubuh," kata Didiet kepada wartawan di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP), Jalan Bungalow, Medan.

Selain itu, kata Didiet proses pengumpulan data ante mortem, juga terus dilakukan. Hal ini penting untuk mendapatkan data pembanding dari keluarga korban. Baik sidik jari, maupun DNA pembanding. (fdn/aan)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads