"Kami di Parlemen Australia tahun lalu kami hadapi acaman keamanan termasuk anggota parlemen juga menjadi target," kata Parry di acara forum konsultasi MIKTA (Meksiko, Indonesia, Korea Selatan, Turki dan Australia) di Chosun Westin Hotel, Seoul, Kamis (2/7/2015). Acara ini dihadiri para delegasi dari negera tersebut, dari Indonesia diwakili oleh Ketua DPD Irman Gusman.
Oleh sebab itu sebagai Ketua Parlemen Australia sudah menjadi tanggungjawabnya untuk memastikan parlemennya berjalan aman, baik gedung maupun aktivitas di dalam gedung termasuk anggota dewan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Parry mengatakan perngetatan pengamanan bisa dilakukan dengan verifikasi indentitas bagi siapa saja yang ingin masuk ke parlemen. Hal ini untuk memberikan rasa aman dan nyaman.
"Yang menjadi pemikiran kami adalah, bagaimana tetap aman, tetapi sekaligus nyaman bagi warga masyarakat yan ingin datang ke gedung parlemen, untuk memastikan bahwa wakil rakyat mereka bekerja," katanya.
Ketua National Assembly Korea Selatan Chung Ui-hwa yang juga hadir di forum ini menambahkan jika di Parlemen Korea Selatan terus dilakukan peningkatan kemanan, apalagi menurut Chung tahun ini ada peristiwa penyerangan terhadap Dubes AS di Korsel oleh warga Korsel.
Salah satu cara meningkatkan keamanan adalah dengan memaksimalkan kode akses bagi mereka yang masuk ke gedung dewan.
"Kode akses itu harus terus diperbaharui," ucap Chung.
MIKTA merupakan forum lima negara yang bersifat informal dan menjadi wadah konsultasi antara negara-negara partisipan untuk membahas kerjasama di bidang diplomasi, ekonomi, investasi, pendidikan dan kesejahteraan. (slh/hri)










































