Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI yang mewakili Indonesia di forum ini mengatakan kerja sama yang sebelumnya selalu melalui pusat kota, setelah ada forum ini maka diharapkan ke depannya bisa langsung ke daerah.
"Dari Indonesia hasilnya di bidang ekonomi didorong ke daerah-daerah. Kerjasama bukan antar perusahaan saja tetapi juga di daerah-daerah, sebab ekonomi itu adanya di daerah biar bisa maju," kata Ketua DPD Irman Gusman usai mengikuti rangkaian acara MIKTA di Chosun Westin Hotel, Seoul, Jumat (3/7/2015). Acara ini diselenggarakan dari tanggal 1-4 Juli 2015.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Meksiko jembatan Amerika Latin. Turki bisa menjadi jembatan middle east dan Eropa, Australia, Korsel ke Asia dan Indonesia jembatan Asia Tenggara," ucap Irman.
Posisi tersebut menurut Irman sangat strategis dan memegang peranan penting dengan jumlah penduduk negera MIKTA mencapai 540 juta jiwa dan GDP 6 triliun dollar. Kelima negara ini memiliki latar belakang yang sama yakni merupakan anggota kelompok G20 yang menguasai sebagian besar sumberdaya, teknologi, produksi, pasar, dan perputaran keuangan dunia.
"Sekarang di level middle power, posisinya beda dari yang dulu. Nah ini yang harus kita pahami, keberadaan MIKTA ini penting sekali," ucapnya.
"Ini perlu kita dorong terus bukan hanya di parleman tapi juga pemerintahan," ujar Irman.
MIKTA merupakan forum lima negara yang bersifat informal dan menjadi wadah konsultasi antara negara-negara partisipan untuk membahas kerjasama di bidang diplomasi, ekonomi, investasi, pendidikan dan kesejahteraan serta berbagi pengalaman dalam melaksanakan program yang menyangkut Sustainable Development Goals (SDGs). (slh/hri)











































