Dibawa ke Safe House, Kondisi GT yang Diduga Dianiaya Ibunya Membaik

Dibawa ke Safe House, Kondisi GT yang Diduga Dianiaya Ibunya Membaik

Elza Astari Retaduari - detikNews
Jumat, 03 Jul 2015 22:08 WIB
Jakarta - Kondisi anak yang mengaku dianiaya ibunya, GT, sudah mulai membaik di safe house. Tak terlihat trauma yang begitu berarti karena GT bisa beradaptasi dengan baik.

"Kondisi anak itu pintar, baik, dan bisa bersosialisasi dengan teman-teman di sini. Anaknya cerdas banget. Langsung dekat dengan teman-teman yang lain. Biasanya dalam waktu 4 hari jarang ada anak yang bisa langsung dekat dengan anak lainnya," ujar ketua safe house tempat GT tinggal di bilangan Jakarta Timur, Ike Mustika Jumat (3/7/2015).

Menurut Ike, saat ini GT belum meminta bertemu dengan ibunya, LSR. Bahkan GT juga belum sekalipun menyebut-nyebut soal LSR yang diduga melakukan penganiayaan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sampai saat ini anaknya belum siap kembali ke keluarga. Tidak ada permintaan dari anak untuk bertemu dengan ibunya, anaknya lebih nyaman di sini. Sampai saat ini belum menanyakan ibunya. Tapi ini kan baru 4 hari," kata Ike.

Pihak safe house belum banyak mengorek informasi dari GT terkait luka-luka yang ada di tubuhnya. Menurut Ike, jajarannya masih dalam tahap observasi dan memastikan kenyamanan serta perlindungan terhadap GT.

"Kami juga ingin mengejar agar anak ini kembali ke sekolah sebab selama ini dia home schooling. Penggalian secara mendalam belum bisa dilakukan, kami nggak mau memaksa anak untuk memberikan pernyataan. Butuh waktu," ujarnya.

Meski belum lama berada dalam perlindungan di rumah aman, GT disebut aktif. Ia tak segan mengikuti kegiatan-kegiatan yang ada di rumah aman milik Kemensos itu.

"Belum terlalu tampak traumanya. Anaknya cerdas banget. Agak nggak nyangka juga. Anaknya aktif mau mengikuti kegiatan di sini. Kalau dilihat sekilas memang anaknya ceria, seperti anak-anak usia 12 tahun pada umumnya," tutur Ike.

Sementara itu menurut Yuni, petugas sosial yang sering berinteraksi dengan GT, memang terlihat ada bekas-bekas luka di tubuhnya. Namun pihaknya masih belum bisa memastikan apakah luka-luka itu memang akibat dari penganiayaan ibu kandung GT.

"Kami masih melakukan observasi. Tapi sekilas aja, memang ada luka di bagian samping muka leher sama kaki dan tangannya. Tapi luka parut aja bukan yang gimana. Tapi dia belum menjelaskan seperti apanya," jelas Yuni di lokasi yang sama.

"Lukanya luka parut yang sudah mengering tampaknya. Ada bekas luka-luka kecil. Kayak luka bekas jatuh. Tapi yg bisa memastikan polisi. Di kaki agak gede bekas lukanya. Tapi kita belum tahu apakah itu karena mendapat kekerasan," sambungnya.

Walau GT belum menanyakan mengenai keberadaan sang ibu, Yuni menyebut Kemensos akan memfasilitasi mediasi dengan pihak keluarga. Psikolog pun diturunkan untuk menangani GT guna memastikan perlindungan terhadap anak.

"Tapi yang jelas kita akan melakukan mediasi, gimanapun juga anak ini punya keluarga. Kita ada psikolog. Kita akan bantu rehabilitasi anak, memastikan perlindungan dan kenyamananya," ujar Yuni.

Diberitakan sebelumnya, GT kabur dari rumah karena mengaku mendapat kekerasan dari ibunya. Ia pun lalu ditampung oleh sang tetangga, AT, yang kemudian meminta pertolongan kepada polisi hingga akhirnya merujuk GT ke rumah aman.

Selain pernah digergaji, GT juga menyatakan pernah dipukul hingga 2 giginya tanggal. Selain itu ia juga mengaku pernah dilempar gunting dan mangkok oleh ibunya hingga terluka.

GT mengatakan, sang ibu pernah menyundut tangannya dengan rokok dan juga memaksanya menggenggam obat nyamuk bakar yang sedang menyala. (elz/fdn)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini