"Dia (LSR) ada back up. Kita (tetangga) semua sudah tahu. Kalau enggak suka sama orang, dia akan bawa preman atau oknum aparat," ungkap AT di safe house yang mengamankan GT di bilangan Jakarta Timur, Jumat (3/7/2015).
AT menyebut ketua RT di kediaman ibu GT sudah angkat tangan mengenai kasus itu karena pernah memiliki masalah sebelumnya. Akhirnya AT melapor kepada ketua RT di rumahnya. Rumah AT dan LSR memang berbeda RT.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kejadian-kejadian itu terjadi memang sudah cukup lama. Ada satu lagi peristiwa berkaitan dengan bekingan LSR. Menurut AT, beberapa tahun lalu pernah ada sekitar 30 oknum aparat yang mendatangi lingkungan di rumahnya.
"Orangnya pernah turunin aparat. Kita tahu itu aparat karena pakai seragam dan baret terus kan naik truk-truk yang biasa untuk ngangkut aparat," jelasnya.
Melihat adanya bekingan itu, AT sendiri sebenarnya merasa ketakutan dengan terbongkarnya kasus ini. Sebab ketika sang anak bersembunyi di rumahnya, LSR sempat mencari-mencari dengan membawa seorang aparat yang berkeliling di sekitar kompleks perumahannya.
"Kasus ini sudah lama tapi nggak ke expose aja. Saya ketakutan sebenernya, soalnya dia (LSR) sempet cari-cari GT waktu lagi bersembunyi di rumah saya. Dia keliling-keliling didampingi aparat yang pakai seragam. Saksi mata lihat persis di belakang rumah saya," kata AT.
"Memang ada intimidasi, ke anak-anak di kompleks, tetangga-tetangga juga kena. Dia (LSR) bilang 'siapa yang berani nampung anak gue, akan gue laporin (ke pihak berwajib)," sambungnya.
AT mengaku tidak mengetahui apa pekerjaan dari LSR yang disebutnya sudah bercerai dari sang suami. Namun diketahui kondisi LSR sangat berkecukupan sebab ketiga anaknya sangat terawat. Namun hanya GT yang terlihat memiliki luka-luka di rumahnya.
"Ayahnya enggak jelas ada di mana. Kalau orangnya (LSR) ya keren lah. Ibu-ibu trendy gitu. Rumahnya berkecukupan. Anak-anaknya terawat," ucap AT.
Kepada AT, GT mengaku pernah digergaji di bagian tangannya. Selain itu anak berwajah ganteng itu juga mengaku pernah dilempar dengan gunting dan mengenai pelipisnya, juga dengan mangkok hingga paha sebelah kirinya terluka parah.
GT juga menyatakan tangannya pernah disundut dengan rokok. Bahkan LSR pernah menyuruh GT untuk menggenggam obat nyamuk bakar yang sedang menyala saat ia marah karena masalah kecil.
Dari pengamatan sekilas, pihak safe house menyatakan memang ada bekas-bekas luka di tubuh GT. Namun bekas luka sudah berusia lama. Luka barunya hanya lebam di pipi kanan dan di dekat mulutnya. Pihak polisi sendiri belum bisa memastikan apakah luka yang diderita GT adalah akibat dari penganiayaan sang ibu.
Ketika dikonfirmasi mengenai bekingan oknum ini, Kasubag Humas Polres Jaksel Kompol Aswin mengaku belum tahu. Pihaknya masih melakukan penyelidikan dengan memeriksa para saksi pelapor dan saksi korban.
"Soal itu belum tahu, karena sampai saat ini kita masih memeriksa sesuai fakta saja," ucap Aswin saat dihubungi detikcom lewat telepon, Jumat (3/7/2015). (ear/hri)











































