Ketika Ahok dan Buya Syafi'i Akrab dan Saling puji

Ketika Ahok dan Buya Syafi'i Akrab dan Saling puji

Hardani Triyoga - detikNews
Jumat, 03 Jul 2015 20:44 WIB
Ketika Ahok dan Buya Syafii Akrab dan Saling puji
Buya Syafi'i (Hardani/detikcom)
Jakarta - Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok hadir dalam peluncuran buku biografi Ahmad Syafi'i Maarif. Begitu acara selesai, kedua tokoh ini tampak akrab mulai foto bersama sampai menikmati hidangan buka puasa yang sudah disediakan.

Saat acara akan selesai, Ahok baru tiba di lokasi acara peluncuran buku. Namun, selang tiga menit kemudian, mantan Bupati Belitung Timur itu dipercaya untuk memberikan kesan pernyataan buat Buya.

"Beliau petarung berani yang memberikan inspirasi. Saya berharap banyak yang mengikuti jejak beliau," kata Ahok di di sela-sela peluncuran buku 'Muadzin Bangsa dari Makkah Darat' di Bentara Budaya Jakarta, Jl Palmerah Selatan, Jakarta, Jumat (3/7/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menjelang adzan Maghrib, kedua tokoh ini jadi rebutan para tamu yang ingin foto bersama dan sekedar bersalaman. Keduanya menyambut setiap ajakan dari tamu.

Adapun Buya Syafi'i mengaku kedatangan Ahok memang diundang langsung sebagai tamu. Ia tidak sungkan memuji Ahok sebagai tokoh yang berani bersikap dan menjadi terobosan yang didukung masyarakat.

"Ahok berani bongkar permainan di DPRD DKI. Perkara benar salah tapi dia sudah berani untuk suatu tertobosan, dan itu didukung oleh masyarakat. Saya lihat dia dari tindakannya," kata eks Ketum PP Muhammdiyah itu.

Saat acara buka puasa bersama, Keberadaan Ahok menarik perhatian sebagian tamu. Buya Syafi'i dan Ahok duduk satu meja.

Para tamu yang menunggu di luar ruangan rela mengantri dan menunggu Ahok selesai menyantap hidangan makan agar bisa foto bersama.
Sementara, tamu lain seperti mahasiswa masih mengantri untuk mendapatkan tanda tangan Buya Syafi'i.

Selain Ahok, sejumlah tokoh juga hadir dalam peluncuran buku ini seperti di antaranya Ketua MPR Zulkifli Hasan, Pelaksana Tugas (Plt) Ketua KPK Taufiequrachman Ruki, dan tokoh agama Franz Magnis Suseso.

(hty/hri)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads