"Anaknya minta bantuan. Dia bilang 'aku dipukul, aku ditampar'. Dia cerita ke saya suka ditonjok. Jadi karena hal-hal sepele, dia disundut rokok. Ibunya bete dia suruh genggam obat nyamuk bakar yang lagi nyala," ungkap AT, ibu rumah tangga yang melaporkan kasus penganiayaan tersebut.
Hal itu diungkapkan AT di safe house milik Kemensos tempat GT kini diamankan di bilangan Jakarta Timur, Jumat (3/7/2015). Sebelum dibawa ke safe house, GT sempat kabur dari rumah dan ditampung oleh GT selama 2 hari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski memiliki banyak luka parut, ketika datang ke rumah AT, GT memiliki sejumlah luka baru. Namun luka-luka itu hanya sebatas lebam-lebam dan tidak parah.
"(Luka baru) mulutnya ada luka sama sariawan, pipi kanan lebam. Kalau luka lama di tangan, mukanya, terus leher. Yang paling parah yang di paha kiri karena katanya dilempar mangkok.. Bekas luka robek," AT menceritakan.
Pihak safe house yang mengamankan GT mengakui tentang luka-luka tersebut. Namun mereka belum bisa memastikan apakah bekas luka GT memang berasal dari penganiyaan sang ibu.
"Baru kami lihat sekilas aja, ada luka di bagian samping muka hingga leher sama kaki dan tangannya. Tapi luka parut aja buka yang gimana-gimana. Tapi dia belum menjelaskan seperti apanya," tutur pekerja sosial di safe house, Yuni.
"Luka parut yang sudah mengering tampaknya. Ada bekas luka-luka kecil. Kayak luka bekas jatuh. Tapi yang bisa memastikan (penyebabnya) polisi. Di kaki agak gede bekas lukanya. Tapi kita belum tahu apakah itu karena mendapat kekerasan. Yang jelas kami hanya memastikan perlindungan anak," katanya. (elz/fdn)











































