Ratusan Situs dan Cagar Budaya Aceh Rusak Akibat Tsunami

Ratusan Situs dan Cagar Budaya Aceh Rusak Akibat Tsunami

- detikNews
Senin, 21 Feb 2005 22:00 WIB
Banda Aceh - Ratusan situs dan benda cagar budaya (BCB) di Aceh rusak akibat gempadan tsunami melanda Aceh pada 26 Desember 2004 lalu. Lokasi situs dan benda cagar budaya yang paling banyak mengalami kerusakan berada di Banda Aceh dan Aceh Besar. "Untuk pemugaran, kita membutuhkan dana yang lumayan besar. Tapi jika nanti kitapugar untuk mengembalikan ke bentuk aslinya, sampai saat ini kita masih mempunyai dokumen asli."Demikian ujar Toto Herianto, salah seorang staf pemugaran BCB, Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Aceh-Sumut kepada wartawan di Banda Aceh, Senin (21/2/2005). Keerusakan cukup parah terjadi di Makam Putroe Ijo di Desa Gampong Jawa, Mesjid Tengku Di Anjong di Desa Peulanggahan dan Gedung Pusat Dokumentasi dan Informasi Aceh (PDIA) yang berada di Jalan Profesor Abdul Madjid Ibrahim, Banda Aceh. Gedung PDIA yang terletak tak jauh dari Lapangan Blang Padang, Banda Aceh itu, merupakan gedung berserajah yang pernah dijadikan sebagai pusat pertemuan ahli mistik Belanda sekitar abad ke-18. Situs lainnya, masjid kuno di kawasan Ulee Lhueu, dan Gedung SMPN 1 Banda Aceh. "Berdasarkan UU No. 5 Tahun 1992 tentang BCB, semua bangunan peninggalan abad ke-18 sampai abad ke-20 merupakan situs yang harus dilindungi dan dipelihara," jelasnya. Sementara, situs lainnya yang selamat dari tsunami, Mesjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, Pendopo Gubernur, Taman Gunongan, Pinto Kop dan Makam Sultan Iskandar Muda. (ton/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini