Soal Mahasiswa di Pesawat, Ini Penjelasan Pangkoops I TNI AU

Tragedi Hercules

Soal Mahasiswa di Pesawat, Ini Penjelasan Pangkoops I TNI AU

Idham Khalid - detikNews
Jumat, 03 Jul 2015 17:49 WIB
Soal Mahasiswa di Pesawat, Ini Penjelasan Pangkoops I TNI AU
Medan - Sejumlah mahasiswa asal Natuna, Kepulauan Riau, ikut menjadi korban dalam kecelakaan Hercules di Medan. Mereka ikut dalam pesawat itu setelah mengajukan permohonan ke Lanud.

Panglima Komando Operasi (Pangkoops) I Marsekal Muda TNI Agus Dwi Putranto menyatakan, keberadaan warga sipil dalam pesawat militer itu dapat dibenarkan. Mereka umumnya keluarga TNI Angkatan Udara dan juga mereka yang mengajukan permohonan.

"Ada mekanismenya, dibuatkan surat izin naik pesawat, dibuat surat jalan, termasuk teman-teman mahasiswa yang naik dari Pekanbaru," kata Agus kepada wartawan di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik, Medan, Jumat (3/7/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Terkait keberadaan sejumlah mahasiswa dalam pesawat Hercules itu, dikatakan Agus karena mereka sebelumnya mengajukan permohonan. Mereka dikoordinir dari Paguyuban mahasiswa asli Ranai yang kuliah di Pekanbaru.

"Mereka minta bantuan dari Komandan Lanud. Ada surat, mohon untuk bantuan AU karena keterbatasan angkutan sipil, sehingga mereka minta bantuan. Lanud membantu. Apa salahnya kita membantu?" tukas Agus.

Terkait dengan keberadaan warga sipil di pesawat TNI Angkatan Udara itu, kata Agus, khususnya keluarga, mereka juga mengisi blangko atau formulir. Isinya tidak akan menuntut kalau terjadi sesuatu.

"Artinya mereka kalau naik pesawat TNI tidak ada asuransi," kata Agus.

Pesawat Hercules A-1310 yang jatuh di Medan pada Selasa (30/6) semula terbang dalam misi Penerbangan Angkutan Udara Militer (PAUM) dari Halim Perdana Kusuma menuju Lanud Supadio, Pontianak. Rutenya singgah di Lanud Rusmin Noerjadin di Pekanbaru, Lanud Dumai, Lanud Soewondo di Medan, Lanud Tanjung Pinang, Lanud Ranai di Natuna dan berakhir di Lanud Supadio.

Tiba di Pekanbaru, pesawat itu membawa sejumlah penumpang, termasuk para mahasiswa berbagai perguruan tinggi di Pekanbaru yang berasal dari Ranai. Nahas, saat pesawat lepas landas dari Medan menuju Tanjung Pinang, pesawat itu jatuh. Seluruh 122 penumpang dan awak pesawat itu tewas. (rul/try)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads