"Ada 4 langkah utama Kemenhan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Yang pertama melakukan diversifikasi sumber alutsista, untuk menciptakan competitive bidding. Periode 2009-2014 lalu, akuisisi militer berasal dari Rusia, lalu Korea Selatan," kata Iis Gindarsah peneliti CSIS dalam media briefing di kantor CSIS, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (3/7/2015).
caption-here.. |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Lalu yang kedua, memperkenalkan praktek imbal dagang. Mewajibkan importir untuk melakukan transfer teknologi atau kerja sama transfer teknologi ke industri lokal," jelas dia.
"Sementara yang ketiga, memberikan akses pada industri stategis dalam negeri dalam konteks supply chain untuk mendapatkan akses komponen persenjataan," sambung Iis.
caption-here.. |
Dia menambahkan, perusahaan di luar negeri juga dapat menginvestasikan dana mereka untuk membuka cabang litbang di dalam negeri supaya menjadi produk lokal.
"Dan yang keempat, dengan melibatkan industri dalam negeri mengembangkan teknologi dengan mitra strategis. Misalnya antara PT DI dan perusahaan asal Korea Selatan," ungkapnya. (rni/faj)












































caption-here..
caption-here..