Ketua MPR: Kurang Pas Antarmenteri Saling Serang

Ketua MPR: Kurang Pas Antarmenteri Saling Serang

Ray Jordan - detikNews
Jumat, 03 Jul 2015 14:36 WIB
Ketua MPR: Kurang Pas Antarmenteri Saling Serang
Jakarta - Kabinet Kerja dibuat gaduh dengan manuver Mendagri Tjahjo Kumolo yang menyebut ada menteri mengatai Presiden tanpa mengungkap identitasnya. Ketua MPR Zulkifli Hasan menyayangkan kegaduhan tersebut.

"Jadi, kabinet itu kan satu kesatuan yang dipimpin oleh Pak Presiden. Apapun yang ada di situ, apapun yang terjadi, enak atau tidak enak, itu urusannya internal kabinet. Jadi menurut saya kurang pas kalau ada antarmenteri saling menyerang. Tidak baik," kata Zulkifli Hasan kepada wartawan usai mengantarkan undangan Sidang Tahunan MPR ke Presiden Jokowi di Istana Negara, Jumat (3/7/2015).

Saling serang atau yang disebut politicking antarmenteri dinilai Zulkifli bisa mengurangi wibawa Presiden. Jika ada hal yang kurang baik, sebaiknya dilaporkan ke Presiden secara tertutup, tak perlu melempar isu ke publik lewat media.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau sudah bicara di publik, apalagi antarsatu menteri dengan menteri lain, itu saya khawatir bagai menepuk air tapi terkena muka sendiri. Jadi kalau membuka apalagi menyerang temannya di publik itu tentu tidak baik di kementerian, tidak baik bagi kabinet, tidak baik bagi Presiden. Itu menurut saya," ujar Zulkifli mengkritik.

Manuver Mendagri Tjahjo Kumolo melaporkan seorang menteri yang dianggap mengatai Presiden ke RI-1 membuat resah menteri lain. Lebih dari itu, manuver ini dinilai bisa mengganggu citra Presiden.

Seorang menteri yang enggan diungkap identitasnya merasa resah karena Tjahjo tak sekalian mengungkap menteri dimaksud. Jika tak mau mengungkap, lebih baik sekalian tak usah melempar isu ke publik.

Manuver Tjahjo pun dicurigai sebagai upaya untuk memberi tekanan ke Presiden agar segera mereshuffle kabinet. "Kalau kasus seperti ini diumumkan kepada publik, tentu saja akan menimbulkan kegaduhan dan memancing intrik politik yang menimbulkan kecurigaan bahwa ada kesengajaan menambah tekanan kepada Presiden agar segera melakukan reshuffle kabinet," kata politikus Golkar Bambang Soesatyo menilai.

(rjo/tor)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads