Setahun ini, Pemkot Bandung telah mulai membangun sistem informasi penilaian kinerja di kecamatan dan kelurahan di mana partisi publik akan masuk menjadi indikator penilaian.
"Sebelumnya untuk bisa masuk ke portal tersebut bisa melalui facebook dan twitter. Saat ini sedang kita persiapkan warga yang bisa masuk untuk beri penilaian itu berdasarkan NIK (nomor induk kependudukan) yang terkoneksi dengan data Disdukcapil. Supaya penilaian lebih tepat," ujar Kepala Bagian Pemerintahan Umum Kota Bandung, Andri Darusman, kepada detikcom pekan lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penilaian yang diberikan, yaitu mulai dari kinerja pelayanan publik, K3 (Ketertiban, Kebersihan, Keindahan) hingga inovasi atau indeks kebahagiaan seperti digelarnya kegiatan culinary night, Jumat Keliling, makan dengan warga miskin dan lainnya. Untuk pelayanan publik, tim rapor camat lurah juga mendapatkan rekapan dari tim LAPOR! yang khusus menerima aduan masyarakat.
Masing-masing kecamatan dan kelurahan, mengisi item-item penilaian lengkap dengan bukti pendukung melalui aplikasi di portal sip.bandung.go.id kemudian tim akan melakukan verifikasi hingga bobot nilai keluar.
Camat dan lurah atau admin yang mengisi item penilaian tidak dapat melihat hasil penilaian dari kecamatan atau kelurahan lain. Secara sistem, bobot nilai dari masing-masing indikator akan langsung mengurutkan kecamatan dan kelurahan dalam bentuk ranking.
Warga dapat memberikan penilaian dengan memberikan rating bintang skala 1-5 serta disertai alasan memberikan rating tersebut.
"Camat dan lurah jadi terpacu untuk memberikan pelayanan dan kinerja terbaik. Jadi bersaing secara positif," tutur Andri. (tya/try)











































