Seperti itulah potret simulasi tombol panik yang akan segera diluncurkan oleh Pemkot Bandung. Saat ini, Pemkot tengah mempersiapkan fasilitas terbaru bagi warganya yakni aplikasi darurat yang disebut tombol panik atau panic button. Jika sedang dalam keadaan darurat, dengan menekan tombol sebanyak 3 kali saja maka langsung terhubung dengan Bandung Command Center (BCC). Siapapun yang ada di wilayah Kota Bandung bisa memakai tombol panik ini saat dalam keadaan darurat.
Aplikasi hibah dari PT Telkom ini bisa diunduh di Playstore. Nama aplikasinya yakni X-igent. Setelah diunduh, warga bisa mengisi data yang akurat dan data orang terdekat yang bisa dihubungi. Detikcom mencobanya. Ketika mencoba mengklik tombol panik tiga kali, orang terdekat kita akan menerima SMS mengenai status bahaya kita.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain bisa memencet tombol dari layar ponsel, ke depan PT Telkom akan menjual perangkat tombol tambahan yang bisa dipasang di ponsel. Tombol tersebut rencananya dijual sekitar Rp 50.000.
"Kadang kan kalau sedang panik, boro-boro mau buka aplikasi hp. Dengan tombol itu bisa dipencet 3 kali saja. Nanti Telkom yang jual. Harganya terjangkau karena ini untuk keamanaan," ucap Dhini.
Meskipun belum dilaunching, rupanya sudah banyak warga Bandung yang mengunduh aplikasi tersebut. Alhasil, para operator di Command Center sering pun sering dikerjai.
"Panic Button ini udah ada yang mencoba, banyak yang iseng. Kita belum respons serius karena masih testing," ujar salah satu operator Dini Krismulyani.
Menurut Dini, setelah Wali Kota Bandung Ridwan Kamil memposting uji coba tombol panik di Instagramnya, banyak warga yang mencoba tombol itu.
"Dalam satu hari pasti ada saja yang mencoba. Kebanyakan mereka menginstall, lalu mencoba. Mereka menekan tombol merah lalu beberapa lama kemudian menekan tombol 'safe'. Tapi kalau memang lama tidak menekan tombol 'safe' kita telepon," ungkapnya.
Setelah dilaunching nanti, rencananya di Command Center akan beroperasi selama 24 jam. Akan ada polisi juga yang ditempatkan di pusat komando Pemkot Bandung tersebut. (avi/try)











































