Sutiyoso Disetujui DPR Jadi KaBIN, Pilkada Serentak Jadi Prioritas

Sutiyoso Disetujui DPR Jadi KaBIN, Pilkada Serentak Jadi Prioritas

Danu Damarjati - detikNews
Jumat, 03 Jul 2015 12:37 WIB
Sutiyoso Disetujui DPR Jadi KaBIN, Pilkada Serentak Jadi Prioritas
Sutiyoso dan Gatot Nurmantyo
Jakarta - Calon Kepala Badan Intelijen Negara Sutiyoso disetujui DPR untuk menjadi Kepala BIN (KaBIN). Kelancaran pelaksanaan pilkada serentak 2015 menjadi prioritas Sutiyoso.

"Prioritas untuk mengisi daerah-daerah ini (yang menggelar pilkada serentak). Kerjasama dengan Panglima TNI, sumbernya bisa dari sipil atau TNI," kata Sutiyoso usai menghadiri rapat paripurna dengan agenda persetujuan calon KaBIN dan Panglima TNI di DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (3/7/2015).

Namun, dia menilai personel BIN masih kurang. Saat ini satu intelijen BIN harus menangani tiga kabupaten. Menurut Sutiyoso ini tidak masuk akal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kabupaten itu seharusnya paling nggak ditangani tiga sampai lima orang dikalikan sekian ratus. Anda bisa hitung," kata pria yang akrab disapa Bang Yos ini.

Solusi praktis terhadap kekurangan personel intelijen BIN itu akan diatasi dengan kerjasama bersama TNI, juga bisa merekrut personel dari sipil. Kelancaran pilkada serentak memang harus dipastikan bila tak ingin terjadi hal yang tak diinginkan.

"Kekuatan BIN sangat jauh dari kebutuhan, apalagi menghadapi pilkada serentak itu, 269 daerah, maka anda bisa bayangkan kalau 10 persen saja kacau, maka 27 kabupaten/kota menjadi masalah. Itu tidak boleh terjadi," kata mantan Ketua Umum PKPI.

Untuk penambahan personel BIN, Sutiyoso menyatakan kebijakan itu juga harus memperhatikan anggaran negara. Tanpa anggaran negara, maka sulit pula menambah personel.

"Kita juga lihat anggaran kita seperti apa. Kesehatan, pendidikan, juga nggak bisa kita abaikan," ucap Sutiyoso yang sedang berdiri di samping calon Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. (nrl/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini