Arifin adalah seorang pembantu umum atau office boy di lingkungan Skadron 31. Sosoknya yang lucu, menjadi kenangan tersendiri.
"Orangnya lucu. Asyik. Dekat sama kita-kita di Skadron 31," ucap salah seorang anggota Skadron 31 di Lanud Halim Perdanakusuma, Jaktim, Kamis (2/7/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Arifin cukup dikenal baik dari prajurit berpangkat rendah hingga tinggi. Seorang anggota TNI AU yang pernah berdinas di Skadron 31 dan kini sudah menjadi petinggi mengajaknya datang ke Tanjung Pinang sebab sedang masa liburan sekolah. Namun nasib berkata lain, bapak-anak itu justru meninggal sebelum sempat berliburan.
"Mang Arifin banyak yang kenal. Udah lama kerja di sini. Saya belum jadi tentara dia udah kerja di sini," kata personel Skadron 31 itu.
Jenazah Arifin dan kedua anaknya dibawa dari Medan dengan menggunakan Pesawat Boeing-737 bersama-sama dengan KSAU Marsekal Agus Supriatna dan rombongan. Meski tidak disambut dengan upacara militer, ada hal berbeda dengan penyambutan jenazah Arifin.
Jika biasanya jenazah hanya didekati oleh personel Paskhas untuk mengangkut peti, ada lebih banyak lagi yang menyambut jenazah Arifin. Puluhan personel Skadron 31 turut serta mendekati pesawat untuk melihat proses pemindahan peti. Suasana kekeluargaan tampak terlihat jelas.
Seorang personel Skadron 31 bahkan membawa foto Arifin dalam proses penyambutan sederhana itu. Menurut Komandan Skadron 31 Letkol Wisoko, jajarannya merasa kehilangan.
"Skadron 31 berduka. Jelas dong kehilangan. Kinerjanya baik, bagus. Dia kerjanya bantu pekerjaan kita di kantor. Ini (jenazahnya) mau di bawa ke kampung halamannya ke Cirebon," tutur Wisoko yang turut menyambut kedatangan jenazah Arifin. (elz/dhn)











































