"Ada 6 Hercules, itu angkatan terbitan tahun 1960-an. Jadi Hercules 130 yang kemarin itu kondisinya tahun 1960, hanya dipakai oleh Indonesia tahun 1964. (Yang terbaru) 1980-an. Itu kita hanya punya antara 8," ujar Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko saat ditemui wartawan di Kompleks Istana Presiden, Jakarta Pusat, Kamis (2/7/2015).
Sisanya, lanjut Moeldoko, TNI memiliki Hercules buatan tahun 1978. Untuk pesawat yang tahun 1960an, akan diistirahatkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pasca kecelakaan Hercules C-130 di Medan, Selasa (30/6), Presiden Jokowi meminta untuk mengevaluasi alutsista yang sudah tua. Perintah ini langsung ditindaklanjuti oleh Panglima TNI.
"Kita evaluasi. Intinya, kita pahami dengan baik kondisi saat ini. Selanjutnya ya kita akan menyusun, memperbaiki rencana strategi ke depan," katanya.
Untuk memodernisasi alutsista, Panglima TNI mengakui harus mengeluarkan biaya yang besar. Diperkirakan mencapai Rp 100 tiliun.
"Mahal banget. Jangan hanya mikirin tentara doang, nanti anggaran sektor lain kan kesedot. Kalau maunya TNI ya, ya itu (Rp 100 triliun), tapi kan kita juga memikirikan kementerian yang lain," kata Moeldoko. (jor/bar)











































