Hindari Kecelakaan Pesawat, Lanud Harus Steril Objek Tinggi Sejauh 5 Km

Hindari Kecelakaan Pesawat, Lanud Harus Steril Objek Tinggi Sejauh 5 Km

Elza Astari Retaduari - detikNews
Kamis, 02 Jul 2015 19:05 WIB
Hindari Kecelakaan Pesawat, Lanud Harus Steril Objek Tinggi Sejauh 5 Km
Antena radio yang ditabrak Hercules (Jefris Santama/detikcom)
Jakarta - Kecelakaan Pesawat Hercules A-1310 menyisakan tanda tanya mengenai kelayakan kondisi permukiman di sekitar landasan penerbangan. Menurut Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsma Dwi Badarmanto, ada persyaratan mengenai hal tersebut.

"Idealnya pangkalan TNI, ring paling luar harus 5 km. Tidak ada obstacle (halangan) seperti itu," ungkap Dwi di Lanud Halim Perdanakusuma, Jaktim, Kamis (2/7/2015).

Obstacle sendiri dapat diartikan sebagai gangguan terhadap isyarat-isyarat navigasi penerbangan. Atau juga bermakna sebagai standar kawasan keselamatan operasi penerbangan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kesimpulan awal TNI AU, pesawat gagal bermanuver untuk recover mesin yang mati akibat menabrak antena radio. Jika tidak ada antena tersebut, dikatakan sebelumnya pesawat masih dimungkinkan kembali ke Lanud Soewondo.

"Ya, lingkungan kan jadinya. Lingkungan bandara itu kan orang bangun semaunya. Ada antena yang sekian meter tingginya. Coba di Halim, enggak ada obstacle-nya kan. Di Medan lihat sendiri di sana. Kira-kira (jaraknya) hanya 4 nautical mile, itu 4 km, enggak nyampe 5 km," jelas Dwi.

Kadispenau pun memastikan, kondisi pesawat milik Skadron 32 tersebut masih layak untuk dioperasikan. Jika tidak ada obstacle, pesawat disebut masih bisa diselamatkan. Pasalnya hal serupa pernah terjadi namun karena kondisi di sekitar lanud flat (tidak ada obyek tinggi), pesawat bisa selamat.

"Kalau kondisi normal enggak masalah. Ada beberapa teman yang punya pengalaman seperti itu (dan bisa selamat). Kalau seperti di Halim seperti ini, itu masih bisa (diselamatkan)," tutur Dwi.

"(Kondisi pesawat) Layak, kalau bicara alutsista jangan bicara usia. Selama maintenace, selama pemeliharaan dilaksanakan dengan baik. Kan terbukti berangkat dari Malang ke Halim kemudian ke Pekanbaru, Dumai balik Medan, tak masalah," pungkasnya. (ear/bar)


Berita Terkait