Antena itu merupakan pemancar Radio Joy FM, radio swasta dengan siaran kerohanian. Posisi antena itu berada di atap bangunan ruko berlantai empat milik Yayasan Pendidikan Harapan, yang juga mengelola Sekolah Bethany Medan.
Pada Kamis (2/7/2015) patahan antena radio itu terlihat diletakkan di halaman bangunan. Panjang antena yang patah itu sekitar lima meter.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Antena yang patah itu sendiri berupa rangkaian tiga tiang besi membentuk segitiga. Tiang besinya hanya sebesar jempol. Terlihat kabel hitam melilit di patahan antena itu.
Sesaat setelah ditabrak Hercules pada Selasa (30/6) siang, patahan antena itu terlempar ke bawah. Di lokasi berdirinya antena itu, ditemukan juga panel besi segi empat bertuliskan โbatteryโ. Diduga panel itu bagian pesawat yang tertinggal di lokasi.
Sebelumnya Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Agus Supriatna menyatakan, pesawat terjatuh setelah menabrak antena itu. Keberadaan antena itu andil menyebabkan kecelakaan.
Sesaat setelah lepas landas pesawat Hercules yang diterbangkan pilot Kapten Pnb Sandy Permana itu mengalami mati mesin sebelah kanan. Pesawat tidak bisa naik, dan ketika turun menabrak antena, lantas terhenti di tanah dengan posisi terbalik. Titik terhentinya pesawat itu terpaut sekitar 200 meter dari bangunan ruko antena radio tersebut. (rul/try)










































