Kiprah Panjang Buya Syafii dalam Gerakan Lintas Agama

Muazin Bangsa dari Makkah Darat

Kiprah Panjang Buya Syafii dalam Gerakan Lintas Agama

Fajar Pratama - detikNews
Kamis, 02 Jul 2015 15:47 WIB
Kiprah Panjang Buya Syafii dalam Gerakan Lintas Agama
Jakarta - Kekerasan dengan latar belakang agama tak sekali dua kali terjadi di Indonesia. Ini menjadi hal yang sangat diperhatikan Buya Syafii Maarif.

Hal itu dituangkan Zuly Qodir yang mengelaborasi pemikiran-pemikiran Buya Syafii Maarif dalam buku 'Muazin Bangsa dari Makkah Darat: Biografi Intelektual Syafii Maarif'. Zuly menulis dalam salah satu sub bab berjudul 'Ziarah Iman Cendekiawan-Negarawan: Neo-Jihad Antar-Iman'.

Zuly, menyarikan pikiran Buya Syafii, mengatakan berbagai kasus kekerasan antaragama dan internal agama, membutuhkan perhatian serius semua pihak agar bangsa ini tidak terpuruk karena pertikaian berdasarkan atau atas nama agama. Pemahaman inklusif (terbuka) dalam beragama dan mengembangkan sikap toleran dapat dikembangkan di Indonesia agar keberagamaan masyarakat kita tidak berada dalam kerangkeng eksklusivisme.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengan memegang teguh keagamaan yang mendamaikan, maka dialog dan kerja sama antaragama dalam membangun bangsa merupakan aktivitas yang tidak bisa dilupakan. Buya Syafii itu sendiri kerap tampil bersama tokoh agama lain --seperti Romo Franz Magnis-Suseno (Katolik), Rm. Mgr. Suharyo, Pr, Mgr. Cardinal Julius Atmodjo, SJ, Pdt. Andreas A. Yewangoe, Pdt. Nathan Setiabudi, Bhiku Sri Pannavarro Mahathera dan Pastur Benny Sesetyo -- dalam berbagai gerakan moral lintas agama.

Gerakan antaragama yang dilakukan di antaranya adalah gerakan pemberantasan korupsi yang dikumandangkan tahun 2003
bersama NU di bawah Hasyim Muzadi. Kemudian menggandeng Kristen, Katolik, Hindu, Buddha serta Konghucu dengan dukungan Partnership Indonesia di bawah HS Dillon, merupakan gerakan yang sangat penting dicatat bangsa ini sebab korupsi di
negeri ini bagaikan kanker yang akut.

Gerakan perdamaian yang digagas Buya Syafii Maarif untuk Indonesia dan dunia senantiasa pula dikerjakan dalam kaitannya dengan politik global. Buya Syafii Maarif selalu mengkritik dengan keras kebijakan politik Amerika di bawah George Walker Bush, presiden yang dilihatnya tidak tulus dalam memberikan kebijakan luar negerinya.

"Tak dapat dipungkiri, gerakan tokoh lintas agama merupakan sebuah gerakan kemanusiaan berpengaruh di Indonesia yang
dihidupkan oleh para tokoh elite dari berbagai agama di Indonesia. Buya Syafii merupakan salah satu tokoh kunci dari gerakan ini," ujar Zuly Qodir.

Penting untuk dicatat, kata Zuly, adalah gerakan ini telah turut mewarnai kehidupan beragama di Indonesia yang beragam ini menjadi lebih harmonis dan hidup saling berdampingan. Peran para tokoh agama sebagai jangkar perekat
keutuhan umat dan masyarakat dirasakan sangat penting untuk meredam berbagai potensi konflik yang terjadi di kalangan masyarakat serta sangat penting untuk memperkuat bangunan perdamaian di Indonesia.

(faj/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads