Untunglah ada beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik (PPA) yang membantunya memenuhi kebutuhan kuliah. Ketika lulus dengan IPK 3,84 dan menjadi lulusan terbaik dari FISIP Unsoed, Siti bermaksud membayar 'utangnya' ke negara.
"Saya ingin menjadi dosen. Karena dengan mengajar saya pikir saya bisa membayarkan utang budi ke negara," ujar Siti saat berbagi inspirasi dengan detikcom, Sabtu (27/6/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena kan sosiologi itu banyak tokoh yang dari Jerman," ucap dia. Memang dalam sosiologi salah satu mahzab yang terkenal adalah dari Frankfurt, Jerman. Selain itu tokoh-tokoh sosiologi dunia pun banyak yang berasal dari sana seperti Auguste Comte, Karl Marx, Max Weber, Georg Simmel, dan lain sebagainya.
Meski demikian, belajar di negeri sendiri menurutnya tak kalah hebat. Dia justru ingin mengembangkan sosiologi di negeri sendiri.
"Kalau di dalam negeri, saya maunya meneruskan di Sosiologi UGM. Karena selain linear dengan disiplin ilmu saya, banyak dosen saya yang juga lulusan dari kampus tersebut. Setelah itu saya akan mengabdi kepada negara dengan mengajar dan jadi dosen," pungkas Siti. (bag/van)











































